Β
Hal itu diungkapkan oleh Direktur Pembiayaan Syariah Depkeu Dahlan Siamat di komplek Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, pada hari terakhir penawaran sukuk ritel, Jumat (20/2/2008).
Β
"Animo masyarakat menjelang penutupan jumlahnya jauh di atas perkiraan pemerintah. Di luar prediksi. Bisa lebih dari itu (Rp 4 Triliun)," ujarnya.
Β
Namun ia mengaku tidak bisa memerinci jumlah penawaran yang sudah masuk, sebab dua hari sebelum penutupan penawaran, pemerintah tidak diperbolehkan untuk memberikan informasi terkait detail jumlah penawaran. Seperti diketahui, penawaran sukuk ritel akan berakhir pada hari ini.
Β
Kisaran angka Rp 4 triliun diproyeksikan bisa dicapai pemerintah dalam penawaran sukuk perdana. Sebabnya pada awal pekan ini jumlah penawaran yang masuk sudah mencapai Rp 3,4 triliun.
Β
Tingginya penawaran menyebabkan beberapa agen penjual meminta peningkatan jatah penjualan (upsizing).
Β
"Kelihatannya sampai dengan kemarin masih ada yang upsizing. Tidak semuanya minta upsizing, tapi lebih dari tiga agen penjual," katanya.
Β
Untuk sementara lima teratas agen penjual dari total 13 agen penjual adalah AAA Securities, Bank Mandiri, HSBC, Danareksa Sekuritas dan Trimegah Sekuritas.
Meskipun target awal pemerintah hanya sekitar Rp 1,8 triliun, saat peluncuran sukuk ritel, para agen penjual memperhitungkan potensi penjualan sukuk ritel perdana ini bisa mencapai Rp 5 triliun.
Pemerintah juga telah menyatakan siap meningkatkan (upsizing) jumlah penerbitan sukuk ritel perdana dari jumlah yang dinyatakan sanggup dijual oleh agen penjual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(dnl/qom)










































