Bantuan pinjaman tersebut akan disediakan untuk Indonesia dalam bentuk garansi oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC) kepada pemerintah Indonesia atas penerbitan obligasi bermata uang Yen (Samurai Bonds) pada pasar modal Jepang.
Demikian pernyataan pers bersama pada pertemuan Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dan Sekretaris Parlemen Bidang Keuangan Jepang Shinsuke Suematsu di Phuket, Thailand, Sabtu (21/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bantuan pinjaman tersebut, Jepang akan menaikkan jumlah BSA dengan Indonesia yang awalnya di bawah Chiang Mai Initiative hanya US$ 6 miliar menjadi dua kali lipat atau US$ 12 miliar.
Sri Mulyani menjelaskan bantuan Jepang ini akan memberikan kontribusi bagi stabilitas perekonomian Indonesia dan memperkuat posisi cadangan devisa saat ini.
Ditegaskan Sri Mulyani, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mempertahankan kebijakan fiskal dan ekonomi yang berhati-hati, dan melanjutkan agenda reformasi yang tegas dan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kepercayaan investor dan memberkuat ketahanan perekonomian Indonesia.
(dnl/qom)











































