Laba Bersih Bank Permata 2008 Terkoreksi 9%

Laba Bersih Bank Permata 2008 Terkoreksi 9%

- detikFinance
Senin, 23 Feb 2009 08:27 WIB
Laba Bersih Bank Permata 2008 Terkoreksi 9%
Jakarta - PT Bank Permata Tbk mengalami koreksi tipis terhadap laba bersih 2008 sebesar 9,3%. Namun dari kinerja lain seperti pendapatan bunga bersih, dana pihak ketiga dan kredit yang disalurkan masih mengalami pertumbuhan.

Laba bersih Bank Permata tahun 2008 sebesar Rp 461,259 miliar yang turun 9,3% dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 508,911 miliar karena adanya peningkatan taksiran PPh di tahun 2008.

Sementara pendapatan bunga bersih mencapai Rp 2,573 triliun yang naik 9,3% dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 2,354 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dana Pihak Ketiga juga naik sebesar 42%, sehingga menopang pertumbuhan portofolio kredit dan aset lebih dari   30% pada tahun 2008 (konsolidasi-telah diaudit) serta mempertahankan laju pertumbuhannya di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan.

Dana Pihak Ketiga mencapai Rp 42,8 triliun pada 31 Desember 2008, naik dari Rp 30,1 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Total aset  tercatat sebesar Rp 54,1 triliun, meningkat 38% dibandingkan akhir tahun 2007 dan  semakin memperkuat posisi PermataBank sebagai salah satu dari 10 bank terbesar di Indonesia dari sisi aset.

Kredit tumbuh sebesar 32% year-on-year (YoY) dari Rp.26,5 triliun pada tahun 2007 menjadi Rp 34,9 triliun pada  tahun 2008, melampaui pertumbuhan rata-rata kredit industri perbankan sebesar 31% YoY.

Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 82% di akhir tahun 2008, di atas rata-rata nasional sebesar 75%. Rasio Non-Performing Loan (NPL) kotor dari 4,6% pada akhir 2007 menjadi 3,5% pada akhir 2008. NPL net membaik dari 1,5% pada 2007 menjadi 1,1% pada  2008.  Rasio  penyisihan  atas  aset produktif pada 31 Desember 2008 mencapai 142%, dibandingkan 118% pada 31 Desember 2007.

"Bisnis utama kami masih sangat kuat, sebagaimana tercermin dari pertumbuhan portfolio kredit dan dana pihak ketiga kami. Dukungan penuh dari pemegang saham strategis  kami,  Astra  International dan Standard Chartered  Bank, telah memberikan PermataBank kemampuan yang unik untuk beroperasi sebagai sebuah bank lokal berkelas dunia. Dengan memberikan nilai  unggul  kepada  para  nasabah kami dan perekonomian Indonesia, kami percaya bahwa dengan mendayagunakan hal ini dan keunggulan-keunggulan kami lainnya, termasuk jaringan cabang yang luas,  delivery channel yang komprehensif dan budaya pelayanan yang  kuat, PermataBank akan dapat mempercepat proses transformasinya," jelas Presiden Direktur Bank Permata Stewart D. Hall, Senin (23/2/2009).

Rasio Kecukupan Modal (CAR) sebesar 10,8% (setelah memperhitungkan risiko  pasar), jauh di atas ketentuan minimum Bank  Indonesia sebesar 8%.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads