"Tahun ini, 50% investasi akan ditempatkan pada instrumen obligasi," ujar Direktur Utama Jamsostek, Hotbonar Sinaga disela acara CSR Award di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Senin (23/2/2009).
Hotbonar mengatakan, total dana kelolaan Jamsostek tahun ini sekitar Rp 62 triliun. Mengacu pada angka di atas, investasi Jamsostek di obligasi akan mencapai Rp 30-31 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, tahun lalu Jamsostek mengalami kerugian cukup besar pada investasinya di instrumen saham.
"Tahun lalu, kita potensial loss 40-50% di saham," ujarnya.
Kendati demikian, ia mengatakan Jamsostek tetap akan menanamkan investasi pada instrumen saham. Hanya saja porsinya sedikit diperkecil menjadi 15% dari tahun lalu 20%.
"Tahun ini kita akan lebih selektif dan prudent. Sebesar 15% (sekitar Rp 9,3 triliun) akan diinvestasikan di saham. Dari jumlah itu, 75% akan kita taruh di saham bluechip, terutama saham BUMN," jelas Hotbonar.
Sisanya, sebesar 30% (Rp 18,6 triliun) akan ditempatkan pada instrumen deposito dan 5% (Rp 3,1 triliun) sisanya ditempatkan pada reksadana, properti, dan instrumen lainnya.
Ia mengatakan, perseroan masih memiliki saham "tidur" yang dibeli sekitar 5-6 tahun yang lalu, yaitu saham PT Infoasia Teknologi Global Tbk (IATG).
"Total loss kita Rp 4 miliar dari Infoasia, tahun ini akan kita jual," katanya.
Pada 2008, perseroan memperoleh laba sebesar Rp 952 miliar. Ia menjelaskan, hasil investasi pada periode tersebut adalah sebesar Rp 6 triliun.
"Sebesar Rp 5 triliun telah dikembalikan ke peserta," katanya.
Tahun ini perseroan menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp 1,037 triliun dari total dana kelolaan sebesar Rp 62 triliun.
"Kita harapkan hasil investasinya bisa mencapai Rp 2-3 triliun," tandasnya.
(dro/qom)










































