Jamsostek Sediakan Dana Klaim 2009 Hingga Rp 5 Triliun

Jamsostek Sediakan Dana Klaim 2009 Hingga Rp 5 Triliun

- detikFinance
Rabu, 25 Feb 2009 13:17 WIB
Jamsostek Sediakan Dana Klaim 2009 Hingga Rp 5 Triliun
Jakarta - Banyaknya ancaman PHK di 2009 membuat Jamsostek menambah anggaran klaim sebesar Rp 4-5 triliun. Jumlah ini lebih banyak dari anggaran biasanya yang sebesar Rp 3,5 triliun per tahun.

Demikian dikatakan Dirut Jamsostek Hotbonar Sinaga usai BUMN Executive Breakfast Meeting "Economic Outlook 2009" di Wisma Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (25/2/2009).Β Β Β  Β 

"Setiap tahun sekitar Rp 3,5 triliun, tapi tahun ini meningkat antara Rp 4-5 triliun karena banyak yang mencairkan," kata Hotbonar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diakuinya, adanya aturan baru yang mempermudah klaim untuk PHK merupakan kelemahan aturan perundangan karena akan mempengaruhi arus kas perusahaan.

"Kalau klaim itu ada akibat juga dari PHK. Tapi ini sebetulnya ada kelemahan aturan perundangan, dimana ada moral hazard, orang yang sudah ikut kepesertaan 5 tahun, itu kan boleh ajukan klaim, apalagi waktu tunggunya kan turun dari 6 bulan menjadi 1 bulan. Sedikit banyak, itu akan mempengaruhi cash flow perusahaan," ungkapnya.

Bentuk moral hazard itu kata Hotbonar, karena ada sebagian peserta yang tahu ada syarat 5 tahun kepesertaan masa tunggu 6 bulan. "Karena dia butuh duit, misal nggak ada kenaikan upah, dia kemudian minta surat keterangan ke bagian personalia bahwa dia diberhentikan, tapi dia sebenarnya masih kerja, jadi cuma untuk mencairkan JHT saja," katanya.

Sampai Februari ini, menurut Hotbonar, jumlah klaim yang sudah dibayarkan Rp 959,855 miliar berupa pencairan dana jaminan hari tua (JHT). "Angka itu sebetulnya sekitar 23,5 persen dari target kita untuk 2009 yang besarnya Rp 4,082 triliun, itu untuk pencairan JHT," katanya.

Hingga akhir tahun, Hotbonar memperkirakan ada sekitar 2 juta orang yang mencairkan JHT namun bukan semua karena PHK. "Biasanya memang meningkat tajam, ini sekitar 2 kali lipat dari 2008, tahun lalu kan sekitar 700-800 ribu orang," jelasnya.

(ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads