Hal itu dikatakan Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indoensia, Ramzi A. Zuhdi dalam talk show 'Menumbuhkan Perbankan Syariah di Saat Krisis Keuangan Global' di Gedung Bank Indonesia (BI) Yogyakarta, Jl Senopati, (26/02/09).
"Perbankan Syariah pertumbuhannya mencapai 36 persen di tahun 2008, lebih besar dibandingkan perbankan konvensional sebesar 20 persen," kata Ramzi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BPR Syariah ini terus tumbuh, tiap bulan ada 1 BPR syariah berdiri. BPR Syariah pertumbuhannya sebesar 4 persen dibandingkan BPR konvensional," katanya.
Ramzi mengatakan keberadaan bank syariah diharapkan lebih bermanfaat untuk mendorong perekonomian Indonesia. Lembaga syariah harus mampu menarik dana dari masyarakat kemudian menyalurkan kembali dana tersebut untuk pembiayaan produksi di sektor domestik.
Dia mengharapkan bank syariah dapat terjun di sektor UMKM yang diperuntukkan untuk pasar domestik. Apabila hal ini bisa berjalan baik bank syariah akan kebal terhadap tempaan krisis global.
"Kita berharap, bank syariah dapat lebih mengeksplor sektor domestik dengan mengoptimalkan pada UMKM dan sistem bagi hasil. Karena dengan prinsip bagi hasil menunjukkan kemitraan antara bank dan nasabah agar tetap saling menguntungkan", pungkas Ramzi.
(bgs/qom)











































