Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama BTN Iqbal Latanro usai rapat bersama di Kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN),Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (26/2/2009).
"Inti pembahasan pada rapat tadi, dalam kondisi saat ini kita harus memperkuat modal antara lain kita cari cara bagaimana memperkuat modal," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, pihak BTN sendiri akan mencoba mengusulkan untuk mengurangi jumlah dividen yang diminta pemerintah, sehingga kelebihan uangnya bisa digunakan untuk menambah modal.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Sofyan Basir mengatakan, Menneg BUMN bertanya seperti apa dampak krisis ekonomi global terhadap permodalan bank plat merah. Jika memungkinkan, seluruh BUMN perbankan tersebut hendaknya menambah modalnya untuk berjaga-jaga.
"Nanti kita bikin proposal, kita baru pelajari (usulan Kementerian Negara BUMN). Nanti dipanggil menteri lagi minggu-minggu depan," katanya.
Namun ia mengatakan, BRI belum tentu akan melakukan penambahan tersebut jika dirasa permodalannya masih kuat. "Mudah-mudahan enggak perlu," imbuhnya.
Hal serupa juga dikemukakan oleh Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Felia Salim. Menurutnya, BNI masih akan mengkaji usulan penambahan modal tersebut.
"Nanti kita lihat. Tapi semoga kita tidak perlu (nambah modal)," tegasnya. (ang/lih)











































