BI Masih Kaji Rencana Penambahan Modal Bank

BI Masih Kaji Rencana Penambahan Modal Bank

- detikFinance
Jumat, 27 Feb 2009 15:21 WIB
BI Masih Kaji Rencana Penambahan Modal Bank
Jakarta - Bank Indonesia mengaku masih mengkaji rencana penambahan modal bagi perbankan nasional. Namun BI belum tahu kapan akan menerapkan aturan penambahan modal itu.

Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah mengatakan penambahan modal itu lebih karena alasan preventif karena tren meningkatnya risiko kredit.

"CAR BUMN bagus, namun harus mengkaji kembali. Risiko kredit kan akan naik dan kita ke depan akan menerapkan tambahan modal namun belum tahu kapan, itu maksudnya ke lebih arah preventif, agar permodalan bank BUMN bisa lebih sehat lah," kata Halim di gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (27/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, rencana penambahan modal itu bukan karena adanya rasio kecukupan modal (CAR) yang menurun. "Masih bagus-bagus kok. Pokoknya secara umum bank BUMN capitalnya bagus," katanya.

Dalam Arsitektur Perbankan Indonesia (API), BI telah merekomendasikan bank umum (baik konvensional maupun syariah) untuk memiliki modal minimum sebesar Rp 100 miliar selambat-lambatnya sampai akhir tahun 2010, sehingga pada 1 Januari 2011 semua bank umum yang beroperasi telah memiliki modal minimum Rp 100 miliar.

Batasan modal minimum Rp 100 miliar yang direkomendasikan di dalam API tersebut adalah modal bank dalam bentuk modal tier-1 dan tier-2. Sementara itu, ketentuan modal sebesar Rp 3 triliun untuk mendirikan bank baru masih tetap berlaku sampai dengan tahun 2011.

Sebelumnya Menneg BUMN Sofyan Djalil menghimbau seluruh bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan modalnya tahun ini. Penambahan modal diperlukan untuk menghadapi masa krisis yang masih akan melanda di tahun 2009 ini.

(dru/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads