"Perbankan dalam beberapa bulan terakhir mengalami volatilitas yang cukup tinggi. Dari sejak November sampai Januari, itu tiap hari DPK-nya turun naik luar biasa. Dan ini memang belum pernah terjadi," kata Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah di gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (27/2/2009).
Dalam kondisi seperti ini, lanjut Halim, perbankan menghadapi situasi yang relatif lebih volatile. "Akibatnya perbankan masih agak repot dalam menghitung dana," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ini ada perpindahan antar rupiah, valas, rupiah, valas. Beberapa bank agak kesulitan, mungkin jika situasi lebih stabil suku bunga akan lebih cepat baik," katanya.
Halim juga mengakui memang ada beberapa bank yang mengalami kerugian di tahun 2008. Meski begitu rasio seperti ROA, ROE, CAR dan NPL masih cukup baik.
"Memang beberapa bank merugi, ROA dan ROE nya masih cukup tinggi, likuid terjamin. NPL nggak buruk-buruk amat. CAR-nya bagus, sisi respons kebijakan pemerintah tanggap dan moneter sekarang relatif lebih longgar," katanya. (ir/qom)











































