Β
Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (27/2/2009).
Β
"Sudah ada repricing of risk, kenaikan yield tidak hanya kita jadi sudah semua naik, kenaikannya 300-400 bps. Persepsi risiko ekonomi global semakin meningkat," ujarnya.
Β
Rahmat mengatakan situasi perekonomian dunia saat ini semakin memburuk, terlihat dari memburuknya ekonomi di AS dan juga Eropa serta Asia.
Β
"Jadi alasan kita memutuskan untuk menerbitkan GMTN adalah pertama dari sisi kebutuhan, pengembangan pasar dan menjaga confidence pasar. Karena semua investor masih percaya pada credit story Indonesia," paparnya.
Β
Dikatakan Rahmat penyerapan US$ 3 miliar merupakan yang pertama kali dalam sejarah penerbitan obligasi global pemerintah Indonesia.
"Jadi karena kita ada kebutuhan dan menjaga kepercayaan investor. Antusiasme pasar masih tinggi terhadap kita, jadi kita tidak mau mengecewakan mereka," pungkasnya. (dnl/qom)










































