Ini adalah bailout ketiga yang diberikan untuk AIG, guna menyelamatkannya dari kebangkrutan. Pertolongan diberikan karena kebangkrutan AIG bisa memperparah kondisi pasar finansial.
Bailout itu juga diberikan menjelang AIG mengumumkan kerugian terbesarnya dalam sejarah dan rencana penjualan aset-asetnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AIG akan mendapatkan bunga yang lebih rendah hingga sesuai dengan London Interbank Offered Rate (Libor) yang sekarang di level 1,26%. Penurunan suku bunga ini akan membuat AIG menghemat hingga US$ 1 miliar. AIG sekarang ini membayar 3 persen poin di atas Libor 3 bulan untuk pinjaman US$ 60 miliar.
Tambahan komitmen ini akan memberikan kemampuan bagi AIG untuk menerbitkan saham biasa kepada pemerintah pada waktu berikutnya.
AIG juga akan menyerahkan anak usahanya kepada Bank Sentral Amerika untuk mengurangi utangnya. Anak usaha yang akan diserahkan American Life Insurance (Alico) yang selama ini menyumbang separu pendapatannya dari Jepang dan American International Assurance.
Rencana ini sekaligus untuk menunjukkan reaksi pemerintah AS terhadap institusi-institusi finansial yang sedang bermasalah di tengah krisis yang belum berujung kini. Sebelumnya, pemerintah AS juga telah sepakat untuk menambah saham di Citigroup Inc hingga 36 persen dalam rangka membantu Citigroup.
"Pemerintah sepertinya tidak memiliki pilihan untuk membiarkan AIG meledak. Mudah-mudahan bailout yang ketiga ini akan menjadi daya tarik," ujar Robert Hainers, analis asuransi senior CreditSight.
Kesepakatan besar ini diperoleh menjelang pengumuman kinerja AIG, yang dikabarkan menderita kerugian hingga US$ 60 miliar untuk kuartal IV-2008. Kerugian terbesar dalam sejarah ini terutama karena besarnya hapus buku atas sejumlah aset yang bermasalah. Akibat semua 'kekacauan' ini, AIG kini harus menghadapi penurunan peringkat kredit.
(qom/qom)











































