"Kita harapkan di kuartal kedua tahun ini, BNI syariah akan segera spin off, dan rencananya kami akan mendapatkan suntikan modal sebesar Rp 300 miliar di tahun ini," ujar Kepala Unit Syariah Bank BNI, Ismi Kus Hartanto seusai menghadiri pembukaan acara 5th World Islamic Economy Forum (WIEF) di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (2/3/2009).
Ismi mengatakan bahwa penambahan modal tersebut untuk ekspansi kredit BNI syariah. "Saat ini modal BNI Syariah sebesar Rp 300 miliar, dengan pembiayaan Rp 3,1 triliun ditahun ini, maka untuk bisa tumbuh perlu tambahan Rp 300 miliar lagi. Secara bertahap pada tahun ini akan segera disuntik," papar Ismi.
"Pertumbuhan kredit di tahun ini ditargetkan meningkat 50 persen dan ini terus tumbuh di atas rata-rata industri, maka spin off dan penambahan modal tersebut merupakan strategi untuk tumbuh," tegasnya.
Ekspansinya, lanjut Ismi, masih di kelas menengah, untuk sektor industri, lebih banyak ke program pemerintah, seperti konversi minyak tanah ke gas dan infrastruktur, namun masih yang dikerjakan kontraktor-kontraktor kecil.
Pembiayaan di sektor Usaha Kecil Mikro Menengah porsinya 40 persen, jelas Ismi, dan 60 persen di sektor konsumer dan ritel.
"Selain itu untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), kami tetap membiayai, karena dijamin oleh pemerintah seperti yang sudah dilakukan BNI Syariah yakni membiayai peternakan susu perah di Jawa Timur," katanya.
Hasanah Card
Penambahan nasabah pemegang kartu kredit Hasanah Card terus bertambah. Ismi mengatakan bahwa sampai dengan minggu ini, yang telah mengirimkan permintaan kartu kredit Hasanah Card mencapai 4.000 nasbah.
"Kami akan terus berusaha menambahkan, target sampai dengan akhir tahun ini sebanyak 10.000 nasabah," Ujar Ismi. (dru/ir)











































