Jakarta - Realisasi kesepakatan Chiang Mai Initiative (CMI) semakin mendesak untuk mencegah dampak lebih luas dari krisis keuangan global melanda ASEAN. Besar harapan pada bulan Mei 2009, sumber pendanaan jangka pendek multilateral yang didirikan ASEAN+3 bisa beroperasi.
Demikian kata Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal mengenai pertemuan antara Presiden SBY dengan PM Malaysia, Ahmad Badawi, Senin (2/3/2009), di Istana Merdeka, Jakarta.
"Penting untuk realisasikan CMI segera. Diharapkan realisasinya bisa Mei ini, dana yang terkumpul dari US$ 80 miliar kini sudah menjadi US$ 120 miliar," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Multilateralisasi CMI merupakan pengembangan Bilateral Swap Arrangement (BSA) untuk memperoleh sumber pembiayaan jangka pendek yang memadai serta untuk melengkapi pembiayaan internasional yang sekarang sudah ada. Selain itu, melalui CMI multilateralisai diharapkan akan dapat meningkatkan kerjasama negara-negara anggota ASEAN dalam mengantisipasi krisis regional.
Kesepatakan ini dijalin antara ASEAN dengan Jepang, Korea Selatan dan China. Tiga negara ini adalah yang punya kepemilikan modal paling kuat di kawasan Asia Timur merupakan mitra perdangangan dan investasi penting bagi negara-negara anggota ASEAN.
(lh/qom)