HSBC Indonesia Tak Terganggu Penurunan Kinerja HSBC Holdings

HSBC Indonesia Tak Terganggu Penurunan Kinerja HSBC Holdings

- detikFinance
Selasa, 03 Mar 2009 11:15 WIB
HSBC Indonesia Tak Terganggu Penurunan Kinerja HSBC Holdings
Jakarta - HSBC Holdings mengalami penurunan laba bersih 2008 hingga 70% dan mengumumkan PHK hingga 6.100 karyawan. Namun operasional di Indonesia tetap baik dan makin memperkuat pangsa pasar syariahnya.

"Global HSBC tetap memberikan komitmen terbaiknya ke negara-negara tempatnya beroperasi. Kita juga masih potensi yang besar terhadap pasar syariah di Indonesia," kata Global CEO HSBC Amanah Mukhtar Hussain, disela-sela acara penghargaan agen penjual sukuk ritel terbaik dikantor HSBC, gedung WTC, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (3/3/2009).

Mukhtar mengatakan Grup HSBC menyadari potensi perbankan syariah di Indonesia yang sangat besar mengingat Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai bank internasional pertama yang menawarkan layanan perbankan syariah di Indonesia, posisi HSBC dalam perbankan syariah sangat kuat," katanya.

Sementara Head of HSBC Amanah Syariah Indonesia, Mahmoud Abushamma mengatakan ke depan HSBC Amanah Syariah Indonesia akan terus memperbaiki layanan syariah perbankan untuk meningkatkan posisi pasarnya.

"Kami juga akan mengeluarkan inovasi produk. Tunggu saja," katanya.

Sukuk Ritel

Penjualan sukuk ritel HSBC Amanah Syariah mencapai 40 persen di atas target. Pencapaian ini tertinggi dibandingkan dengan bank asing lainnya yang juga berperan sebagai agen penjual.
 
Atas keberhasilan HSBC menjual sukuk ritel hampir 140 persen melebihi target, HSBC menerima penghargaan Menteri Keuangan sebagai agen penjual terbaik.
 
"Penghargaan ini membuktikan komitmen kami sebagai bank internasional terdepan dalam penyedia solusi keuangan syariah di indonesia dan kami akan terus menyelami potensi yang ditawarkan oleh pasar syariah di Indonesia," ujar Mukhtar.
 
Sementara Head of HSBC Amanah Syariah Indonesia Mahmoud Abushamma menyatakan penghargaan ini membuktikan besarnya potensi pasar syariah yang dimiliki indonesia dan produk syariah dpaat menjadi produk perbankan alternatif yang tetap kompetitif.
 
"Kami akan terus memperbaiki layanan perbankan syariah kami untuk meningkatkan posisi kami," jelasnya.
 
Penjualan sukuk ritel Seri SR001 mencapai Rp 5,556 Triliun. Penjualan sukuk ritel ini dilakukan sejak 30 Januari-20 Februari oleh 13 agen penjual. Agen penjual tersebut terdiri empat bank komersial, satu bank syariah, dan delapan perusahaan efek.  
 
Sukuk ritel memiliki imbal hasil sebesar 12 persen menjadi daya tarik nasabah untuk membelinya. Sukuk ritel yang mempunya tenor 3 tahun ini akan jatuh tempo pada 25 Februari 2012. Pembayaran imbal hasil tiap bulannya tanggal 25. (epi/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads