Ketika Raksasa-raksasa Finansial Harus 'Disuapi' Miliaran Dolar

Ketika Raksasa-raksasa Finansial Harus 'Disuapi' Miliaran Dolar

- detikFinance
Selasa, 03 Mar 2009 11:32 WIB
Ketika Raksasa-raksasa Finansial Harus Disuapi Miliaran Dolar
Jakarta - Krisis finansial belum menunjukkan tanda-tanda menjinak. Raksasa-raksasa finansial kelas kakap bahkan terus membutuhkan miliaran dolar untuk bisa bertahan dan tidak bangkrut, layaknya Lehman Brothers.

Yang terbaru adalah International American Group atau AIG dan HSBC yang baru saja mengumumkan kerugian yang mengejutkan. AIG baru saja mengumumkan kerugian hingga US$ 61,7 miliar pada kuartal IV-2008, atau terbesar dalam sejarah korporasi di AS. Secara total di tahun 2008, AIG mencatat kerugian hingga US$ 99,3 miliar.

Pemerintah AS tampaknya memilih untuk menyelamatkan AIG dengan suntikan US$ 30 miliar, meski sebelumnya telah berkali-kali memberikan bailout hingga total US$ 150 miliar. Kebangkrutan AIG yang beroperasi di 130 negara dinilai bisa lebih memperburuk kondisi pasar finansial. Semua seakan berkaca dari pengalaman bangkrutnya Lehman Brothers.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan mempertimbangkan risiko sistemik AIG yang terus muncul dan rentannya pasar finansial terkini, maka potensi biaya pada perekonomian dan para pembayar pajak dari kelambanan sikap pemerintah akan sangat tinggi," ujar Departemen Keuangan AS dan Bank Sentral AS dalam pernyataan bersamanya seperti dikutip dari AFP, Selasa (3/3/2009).

AIG Inc dalam negosiasi dengan pemerintah AS sepakat menyerahkan kepemilikan atas saham AIA dan ALICO kepada entitas-entitas bertujuan khusus (special purpose vehicles-SPV) dan sebagai gantinya, AIG(inc) akan mendapatkan kepemilikan saham istimewa (Preferred Stock)  dan saham biasa (Common Stock) pada entitas-entitas bertujuan khusus tersebut.

Penyerahan AIA kepada entitas-entitas bertujuan khusus ini akan memungkinkan Bank Sentral New York (FRBNY) (atau lembaga trust yang mewakili FRBNY) untuk mendapatkan saham istimewa sebagai pelunasan sebagian fasilitas pinjaman yang diberikan oleh FRBNY. Jumlah saham istimewa tersebut adalah persentase nilai pasar wajar AIA dan ALICO yang didasarkan pada  penilaian yang disetujui oleh FRBNY.

AIG akan terus memiliki saham-saham biasa pada entitas-entitas bertujuan khusus tersebut. Transaksi ini akan mengurangi hutang AIG (inc), termasuk bunganya, dan pada saat yang sama AIG masih dapat menikmati keuntungan dari kepemilikan atas saham biasa pada entitas-entitas bertujuan khusus tersebut. Sampai divestasi terjadi, AIA akan tetap berstatus sebagai anak perusahaan AIG (inc), yang laporan keuangannya dikonsolidasikan dalam laporan keuangan AIG (inc).

AIG Life Indonesia termasuk bagian dari transaksi tersebut karena merupakan anggota perusahaan dari Kelompok Perusahaan AIA.

"Pasar global telah mengalami goncangan besar dan berdampak pada semua pihak. Namun demikian, kami senantiasa mengkaji strategi bisnis untuk memastikan bahwa AIG LIFE Indonesia menjadi perusahaan yang gesit, efisien dan berorientasi pada pertumbuhan," kata Robert W Bush, President Director and CEO AIG Life dalam siaran persnya.

Selain AIG, raksasa finansial lain yang kini harus mendapatkan suntikan dana adalah HSBC. Bank terbesar di Eropa itu kemarin mengumumkan kebutuhan modal barunya hingga US$ 18 miliar agar bisa bertahan di tengah krisis.

HSBC  mengumumkan PHK 6.100 karyawannya setelah labanya anjlok hingga 70 persen pada tahun 2008 dan berharap bisa menerbitkan saham baru atau rights issue hingga US$ 17,8 miliar.

Kenyataan tersebut membuat bursa-bursa dunia kembali berjatuhan. Indeks Dow Jones bahkan untuk pertama kalinya sejak Mei 1997 melorot di bawah level 7.000. Sementara S&P berada di bawah level 700, atau terburuk sejak Oktober 1996.

Pada perdagangan Senin (2/3/3009), indeks Dow Jones Industrial Average merosot hingga 299,64 poin (4,24%) ke level 6.763,29. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 34,27 poin (4,66%) ke level 700,82 dan Nasdaq merosot 54,99 poin (3,99%) ke level 1.322,85. Bursa-bursa Asia pun langsung mengekor pelemahan pada perdagangan hari ini.


(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads