Demikian disampaikan Ketua Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Agus Martowardoyo disela-sela acara 5th World Islamic Economic Forum (WIEF), Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (3/3/2009).
"Produk tersebut harus tetap ada, namun perlu pembelajaran lebih lanjut kepada para agen-agen penjual dan tentu agen-agen penjual tersebut harus mendapatkan sertifikasi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari Bank Indonesia (BI) kan sudah mengatur, kalau lihat akses itu, dalam implementasinya harus disiplin, dan memang itu yang harus dijaga, itu juga harus dilakukan oleh industri pasar modal," jelasnya.
Investasi Lewat WIEF
Agus Martowardoyo yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri) mengatakan bahwa Mandiri saat ini masih mempelajari lebih lanjut akan investasi bisnis melalui WIEF ini.
"Untuk tumbuh secara Internasional, Mandiri akan mempelajari hubungan bisnis Indonesia dan tenaga kerja Indonesia dengan Timur Tengah," ucapnya.
Tenaga kerja di Timur Tengah, lanjut Agus, masih sangat banyak dan kegiatan ekspor dan impornya juga cukup banyak untuk itu Mandiri masih mempelajari lebih lanjut.
"Rekanan Mandiri di Timur Tengah saat ini sudah banyak, namun untuk membuka kantor di sana masih dipelajari lebih lanjut lagi," tambahnya.
Agus mengatakan untuk kantor baru, saat ini yang akan segera dibuka yaitu di Shanghai, pada kuartal satu tahun ini, yaitu kantor remmitance office.
(dru/lih)











































