Hal ini dikatakan oleh Direktur Regional Islamic Development Bank (IDB), Ahmed S, seusai mengikuti post forum dalam 5th World Islamic Economic Forum (WIEF) di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (4/3/2009).
"Untuk Indonesia kita akan investasikan 150 juta dolar AS untuk sektor publik," jelasnya.
Sektor publik tersebut, lanjutnya, untuk pengembangan pedesaan, pendidikan dan kesehatan.
"Untuk pengembangan pedesaan diantaranya akan diinvestasikan untuk jalan dan pembangunan irigasi, sedangkan kesehatan akan diinvestasikan di sektor rumah sakit," paparnya.
Ahmed mengatakan untuk pendidikan akan diinvestasikan pada pengembangan perguruan tinggi yang telah ada seperti pembentukan fakultas.
"Semua proyek tersebut, akan langsung melalui kontraktor," tegasnya.
Untuk sektor swasta, Ahmed menambahkan, IDB melakukan investasi melalui Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD).
ICD pada tahun ini telah menyiapkan sekitar US$ 132 juta untuk mengembangkan sektor usaha kecil dan menengah (UKM), serta program keuangan yang ditawarkan perusahaan dari sektor swasta.
(dru/ir)











































