"Patut diapresiasi karena saya hanya ekspektasikan 25 basis poin," ujar Ekonom BNI, Ryan Kiryanto dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Rabu (4/3/2009).
Ryan menjelaskan, ada beberapa pertimbangan kenapa BI Rate harus turun yakni: a
- Inflasi Februari yang rendah di bawah 0,5% atau tepatnya 0,21%
- Ekspektasi inflasi bulan Maret juga diprediksi akan rendah lagi karena harga BBM yang sudah turun dan tidak ada kelangkaan barang di pasar, sehingga ancaman inflasi tinggi sudah tidak ada lagi.
"Jadi kita boleh berharap BI rate di akhir tahun akan berada di kisaran 7-7,25% dengan catatan inflasi yoy mencapai 6% saja," ujar Ryan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BI pada hari ini menurunkan BI Rate 50 bps menjadi 7,75%. Beberapa pertimbangan BI menurunkan BI Rate adalah perlambatan ekonomi global dan turunnya inflasi.
BI melihat tekanan inflasi pada bulan Februari masih relatif rendah, yaitu sebesar 0.21% (mtm) jauh lebih rendah dari rata-rata historisnya, sehingga inflasi tahunan menurun dibanding Januari 2009 menjadi 8,6% (yoy).
Rendahnya tekanan inflasi pada Februari terutama disebabkan oleh ekspektasi inflasi yang membaik didukung oleh pasokan kebutuhan pokok yang terjaga dan harga BBM yang lebih rendah. Tekanan inflasi yang terkendali juga terkait dengan perkembangan imported inflation yang menurun sejalan dengan harga komoditas internasional yang lebih rendah.
(dru/qom)











































