BI Rate Memang Seharusnya Turun

BI Rate Memang Seharusnya Turun

- detikFinance
Rabu, 04 Mar 2009 14:10 WIB
BI Rate Memang Seharusnya Turun
Jakarta - Penurunan BI Rate tidak mengejutkan karena memang sudah seharusnya di tengah rendahnya inflasi. Namun Bank Indonesia (BI) mendapat apresiasi karena penurunan BI Rate mencapai 50 basis poin.

"Patut diapresiasi karena saya hanya ekspektasikan 25 basis poin," ujar Ekonom BNI, Ryan Kiryanto dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Rabu (4/3/2009).

Ryan menjelaskan, ada beberapa pertimbangan kenapa BI Rate harus turun yakni: a
  • Inflasi Februari yang rendah di bawah 0,5% atau tepatnya 0,21%
  • Ekspektasi inflasi bulan Maret juga diprediksi akan rendah lagi karena harga BBM yang sudah turun dan tidak ada kelangkaan barang di pasar, sehingga ancaman inflasi tinggi sudah tidak ada lagi.

"Jadi kita boleh berharap BI rate di akhir tahun akan berada di kisaran 7-7,25% dengan catatan inflasi yoy mencapai 6% saja," ujar Ryan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Turunnya BI rate memberi peluang perbankan turunkan suku bunga. Meskipun menurut Ryan untuk bank-bank yang masih punya banyak dana mahal belum tentu akan turunkan suku bunga.

BI pada hari ini menurunkan BI Rate 50 bps menjadi 7,75%. Beberapa pertimbangan BI menurunkan BI Rate adalah perlambatan ekonomi global dan turunnya inflasi.

BI melihat tekanan inflasi pada bulan Februari masih relatif rendah, yaitu sebesar 0.21% (mtm) jauh lebih rendah dari rata-rata historisnya, sehingga inflasi tahunan menurun dibanding Januari 2009 menjadi 8,6% (yoy).

Rendahnya tekanan inflasi pada Februari terutama disebabkan oleh ekspektasi inflasi yang membaik didukung oleh pasokan kebutuhan pokok yang terjaga dan harga BBM yang lebih rendah. Tekanan inflasi yang terkendali juga terkait dengan perkembangan imported inflation yang menurun sejalan dengan harga komoditas internasional yang lebih rendah.

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads