Penyesuaian Suku Bunga Perbankan Bisa Lebih Lama

Penyesuaian Suku Bunga Perbankan Bisa Lebih Lama

- detikFinance
Kamis, 05 Mar 2009 16:35 WIB
Penyesuaian Suku Bunga Perbankan Bisa Lebih Lama
Depok - BI Rate sudah turun hingga 50 basis  poin menjadi 7,75%. Namun penurunan suku bunga perbankan menyesuaikan BI Rate tersebut kemungkinan bisa lebih lama karena situasi krisis kini.

"Secara gradual suku bunga perbankan itu bisa turun, tapi saya kira memang cepat lambatnya lebih ditentukan oleh situasi. Semakin confidence-nya bagus saya kira semakin cepat perbankan menyesuaikan dengan BI Rate," ujar Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad, seusai menghadiri peresmian gedung dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat, Kamis (5/3/2009).

Menurut Muliaman, dalam penyesuaian suku bunga perbankan terhadap BI rate, biasanya diperlukan waktu penyesuaian 2 samapai 3 bulan dalam keadaan normal. Sedangkan jika dalam kondisi krisis seperti saat ini, kemungkinan penyesuaiannya akan memakan waktu lebih lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Belakangan ini sebenarnya sudah terjadi penurunan suku bunga yang cukup lumayan. Penurunan suku bunga simpanan secara point to point rata-rata sudah turun sekitar 23 basis poin. Suku bunga kredit juga sudah turun meskipun lebih kecil dari penurunan suku bunga simpanan," jelasnya.

Muliaman menambahkan, memang ada juga suku bunga perbankan yang lebih tinggi sedikit dari BI Rate. Untuk itu, walaupun kebanyakan masih menunggu situasi untuk menyesuaikan, BI berharap mereka segera menyesuaikan dengan BI rate.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga tbk (CIMB Niaga), Arwin Rasyid mengatakan, turunnya BI Rate merupakan sinyalmen yang sangat positif bagi masyarakat, pengusaha, terlebih dunia perbankan.

"Sekarang tantangannya adalah bagaimana bunga simpanan masyarakat benar-benar turun, " katanya. Arwin menjelaskan, saat ini dari total dana masyarakat 99 persen nilainya masih di bawah Rp 2 miliar.

Ia juga menambahkan, CIMB Niaga saat ini sudah menurunkan bunga KPR 15,5% menjadi 14%. Namun penurunan itu masih sedikit karena simpanan masyarakat masih mahal (tinggi).

"Kalau anda memiliki simpanan deposito tinggi, anda tidak mau bunganya hanya 10 persen, pasti mintanya 13 persen. Kalau kita gak ngasih, anda pindah ke bank lain," paparnya.

Yang menjadi tantangan di dunia, lanjut Arwin,  perbankan saat ini adalah bagaimana cara dan upaya mereka untuk menurunkan bunga simpanan yang akhirnya dapat menurunkan bunga pinjaman.

"Tindakan BI menurunkan suku bunganya merupakan tindakan tepat dalam memberikan pilihan kepada bank.Bank jadi punya pilihan dan dana yang menganggur karena mendapat bunga yang rendah mendingan diberikan ke sektor produktif atau riil," ujarnya.


(dru/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads