Neraca Pembayaran RI Defisit US$ 1,945 Miliar di 2008

Neraca Pembayaran RI Defisit US$ 1,945 Miliar di 2008

- detikFinance
Kamis, 05 Mar 2009 17:32 WIB
Neraca Pembayaran RI Defisit US$ 1,945 Miliar di 2008
Jakarta - Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) selama tahun 2008 mencatat defisit hingga US$ 1,945 miliar. Kinerja NPI itu berarti turun jauh dibandingkan dengan NPI 2008 yang mencatat surplus hingga US$ 12,715 miliar.

Defisit NPI pada tahun 2008 terutama dipicu oleh besarnya defisit NPI pada triwulan III-2008 yang mencapai US$ 89 juta dan triwulan IV-2008 yang mencapai US$ 4,212 miliar.
"Secara umum Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) masih mengalami tekanan karena dampak krisis ekonomi dan keuangan dunia yang semakin meluas. Hal ini terutama terjadi pada sisi neraca perdagangan dan transaksi modal dan keuangan," jelas Dyah N.K. Makhijani, Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat dalam siaran persnya, Kamis (5/3/2009).

Dari sisi transaksi modal dan finansial selama tahun 2008 memang mencatat defisit hingga US$ 1,706 miliar. Padahal pada tahun 2007, transaksi modal dan finansial mencatat surplus hingga US$ 3,591 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khusus untuk transaksi modal memang masih surplus US$ 353 juta, turun dibandingkan tahun 2007 yang sebesar US$ 546 juta. Sementara transaksi finansial mencatat defisit hingga US$ 2,059 miliar di tahun 2008, dibandingkan tahun 2007 yang mencatat surplus US$ 3,045 miliar.

Transaksi modal dan finansial sudah sempat mencapai defisit pada triwulan I-2008 sebesar US$ 1,395 miliar dan kembali defisit pada triwulan IV-2008 yang sebesar US$ 3,752 miliar.

"Krisis keuangan global yang semakin dalam sejak September 2008 mengakibatkan transaksi modal dan keuangan pada triwulan IV 2008 mengalami defisit sekitar US$ 3,8 miliar," jelas Dyah.

Proses deleveraging dan repricing di pasar keuangan internasional menyebabkan terjadinya arus keluar modal asing dalam bentuk penjualan surat utang negara, sertifikat Bank Indonesia, dan saham, terutama selama Oktober hingga awal November 2008.

"Arus keluar modal asing mulai berhenti sejak pertengahan November 2008 setelah pemerintah di negara-negara maju meningkatkan komitmennya untuk membantu lembaga-lembaga keuangan yang bermasalah dan mengatasi resesi ekonomi melalui stimulus fiskal," katanya.

Dyah menjelaskan, kinerja transaksi modal dan keuangan juga terbantu oleh meningkatnya arus masuk modal dalam bentuk investasi langsung dan pinjaman luar negeri, baik pemerintah maupun swasta. Hal ini sejalan dengan permintaan domestik, khususnya investasi, yang masih tumbuh positif.

Sementara dari sisi transaksi berjalan memang masih mencatat surplus hingga US$ 606 juta pada tahun 2008. Namun surplus itu turun jauh dibandingkan tahun 2007 yang sebesar US$ 10,492 miliar.

Khusus untuk triwulan IV-2008, defisit transaksi berjalan sudah mengecil menjadi US$ 223 juta, dibandingkan triwulan III-2008 yang sebesar US$ 943 juta dan triwulan II-2008 yang sebesar US$ 1,022 miliar.

"Kinerja transaksi berjalan pada triwulan IV 2008 mengalami perbaikan dengan mencatat defisit yang lebih kecil," jelas Dyah.

Ia menjelaskan, kontributor utama dari perbaikan transaksi berjalan pada triwulan IV-2008 adalah penurunan pada defisit neraca pendapatan akibat berkurangnya pembayaran bagi hasil kepada kontraktor migas asing. Beberapa kontributor lain adalah impor minyak yang mengecil karena berkurangnya volume konsumsi bahan bakar minyak serta masih stabilnya penerimaan devisa dari turis asing dan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

"Berbagai faktor positif tersebut mampu mengimbangi kinerja neraca perdagangan nonmigas yang menurun karena nilai ekspor nonmigas turun lebih tajam daripada nilai impor nonmigas," jelas Dyah.

Dijelaskan, resesi ekonomi yang melanda banyak negara berdampak pada melemahnya permintaan ekspor selama triwulan IV 2008 sehingga nilai ekspor nonmigas turun 14,8% dibandingkan triwulan III 2008 dan hanya naik 0,2% dibandingkan triwulan IV 2007. Dalam periode yang sama, sejalan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi domestik, nilai impor nonmigas turun 12,4% dibandingkan triwulan III 2008 tetapi masih naik 27,9% dibandingkan triwulan IV 2007. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads