Hal ini dikatakan oleh Menneg BUMN Sofyan Djalil ketika ditemui di Kantor Menko Perekonomian Jalan Lapangan Banteng Jakarta, Kamis malam (5/3/2009).
"Dari Rp 500 miliar, Askrindo dapat 60% yaitu Rp 300 miliar, sementara Jamkrindo dapat Rp 200 miliar. Dana masuk dalam bentuk PMN (Penyertaan Modal Negara) yang akan masuk paling lambat 18 Maret," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan penambahan Rp 500 miliar ini, kita targetkan KUR tahun ini bisa mencapai Rp 8 triliun," paparnya.
Di tempat yang sama, Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, paket stimulus Rp 12,2 triliun akan berlaku mulai 18 Maret 2009 dan dari dana itu dialokasikan Rp 500 miliar untuk Jamkrindo dan Askrindo.
Selain dua lembaga tersebut, terdapat 10 Departemen yang mendapatkan alokasi dana stimulus fiskal.
Pengalihan BPUI dan Askrindo
Sofyan juga mengungkapkan, pemerintah dalam waktu dekat ini akan menyelesaikan pengalihan dua anak usaha milik Bank Indonesia yaitu Bahana Pembinaan Usaha Indonesia dan Askrindo.
"Penyelesaiannya kan tinggal masalah administrasi saja. Menkeu kan sedang sibuk dengan berbagai masalah, pada prinsipnya semua sudah OK," ujarnya.
Sofyan mengatakan rencana pengalihan dari BI ke pemerintah ini sudah mendapat persetujuan oleh Gubernur BI dan DPR. Pengalihan ini selanjutnya akan diatur dengan Peraturan pemerintah.
"Karena ini akan menjadi BUMN dan pemerintah akan menambahkan modal disana," ujarnya.
Memang pada tahun ini menurut Undang-Undang Bank Indonesia, bank sentral harus melepaskan kepemiliknnya pada tiga anak usahanya, yaitu Askrindo, BPUI dan Indover, namun untuk Indover, BI sudah memutuskan untuk mempailitkan anak usaha tersebut karena terilit masalah akibat krisis keuangan global yang terjadi.
(dnl/qom)











































