"Resesi akan membawa pengaruh pada pertumbuhan pinjaman dan akan terus berlanjut menjadi peningkatan angka kerugian yang mungkin mencapai angka rata-rata jangka panjang," demikian tercantum dalam siaran pers Rabobak yang diterima detikFinance, Selasa (10/3/2009).
Meski begitu, Rabobank masih berharap bisa menjaga tingkat solvabilitas dan likuiditas perusahaan. Perbankan, terutama bank-bank koperasi diharapkan lebih berhati-hati dalam menyeimbangkan risiko dan imbal hasil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hempasan krisis yang dirasakan Rabobank kali ini memang tidak lepas dari anjloknya harga minyak pada kuartal keempat 2008. Guncangan harga minyak inilah yang diprediksi akan terus berlanjut pada 2009.
Kondisi ekonomi diperkirakan baru akan pulih pada 2010, setelah aktivitas ekspor di sejumlah negara menemukan titik terang.
"Apabila terjadi kemajuan, perekonomian dunia akan mampu untuk mulai pulih pada 2010," katanya.
(lih/qom)











































