Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa malam (10/3/2009).
"Setiap pergerakan pasti ada konsekuensi satu sama lain, kita lihat dari sisi tujuan besarnya saja," ujarnya.
Sri Mulyani juga berharap bank BUMN bisa mengurangi penyimpanan dananya dalam instrumen SBI (Sertifikat Bank Indonesia) untuk menggenjot kreditnya di tengah pelemahan perekonomian.
"Kalau memang bank mempunyai ruangan untuk menurunkan porsi simpanan SBI dalam hal ini bisa memberikan kebaikan dari sisi perusahaan-perusahaan yang melakukan peminjaman untuk bisa melakukan pemenuhan dan ekspansi usahanya, itu benefit dari sisi yang lebih besar lebih banyak," tuturnya.
Menurut data Bank Indonesia sampai minggu kedua Maret 2009 suku bunga kredit bank-bank hanya turun tipis menjadi 12,72% dari 12,95% pada akhir 2008, meskipun BI telah menurunkan BI Rate sampai level 7,75%.
Sedangkan suku bunga deposito bank-bank persero juga turun tipis dari 7,5% di akhir 2008 menjadi 7,2% pada minggu kedua Maret 2009. (dnl/ir)











































