"Semester I ini obligasi korporasi yang jatuh tempo mencapai Rp 8,8 triliun," kata Direktur Kresna Securities, Andrew Hasyim di hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (11/3/2009).
Andrew mengungkapkan, dari nilai tersebut, sebesar Rp 6,4 triliun adalah obligasi korporasi dari perusahaan pembiayaan (multifinance).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyaknya obligasi korporasi yang akan jatuh tempo, Andrew melanjutkan, akan mendorong perusahaan-perusahaan pembiayaan melanjutkan penerbitan obligasi di tahun ini.
"Jadi saya pikir pasar obligasi akan tetap menarik," katanya.
Sedangkan total nilai emisi obligasi korporasi yang akan jatuh tempo tahun ini mencapai Rp 13 triliun. Sebesar Rp 4,2 triliun akan jatuh tempo di semester II-2009.
Menurut Direktur Utama Pefindo Kahlil Rowter beberapa waktu lalu, penerbitan obligasi oleh korporasi bakal mencapai nilai Rp 15 triliun tahun ini, naik drastis dari tahun lalu sebesar Rp 10 triliun.
Sebagian besar obligasi yang akan diterbitkan tahun ini akan didominasi oleh penerbitan obligasi lanjutan setelah jatuh tempo untuk kebutuhan pembiayaan kembali (refinancing). Sisanya penerbitan obligasi baru yang akan dilakukan oleh banyak perusahaan. Ketatnya likuiditas keuangan dari perbankan diperkirakan menjadi salah satu sebab banyak korporasi memilih opsi pendanaan dari penerbitan obligasi ketimbang mencari pinjaman perbankan.
Beberapa obligasi korporasi yang akan jatuh tempo tahun ini antara lain obligasi milik PT Astra Sedaya Finance senilai Rp 300 miliar, PT Indofood Sukses Makmur III senilai Rp 976 miliar yang jatuh tempo pada 13 Juli 2009, dan PT Matahari Putra Prima Tbk senilai Rp 450 miliar jatuh tempo pada 11 Mei 2009.
Tahun ini, sejumlah perusahaan telah mengumumkan niatnya menerbitkan obligasi, antara lain: PT Astra Sedaya Finance senilai Rp 600 miliar, PT Matahari Putra Prima Tbk senilai Rp 500 miliar, PT Danareksa (perseroan) senilai Rp 200 miliar dan PT Indomobil Finance senilai Rp 500 miliar. Dengan demikian total obligasi korporasi tahun ini yang sudah diterbitkan mencapai Rp1,8 triliun.
(dro/qom)










































