Β
Hal ini disampaikan Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan, Eddy Putra Irawadi dalam 'Rapat Roadmap pemberdayaan UMKM khusus untuk kawasan Outsourching dan Factoring ' di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Sabtu (14/3/2009).
Β
"Bank-Bank yang pro UKM seperti BNI dan Mandiri saya lihat belum memiliki program pembiayaan krisis," ujar Eddy.
Β
Pembiayaan krisis yang dimaksudkan Eddy, yaitu pembiayaan yang prosesnya cepat, persyaratan mudah, bunga dan agunannya ringan. "Pembiayaan krisis ini perlu karena akan sangat membantu UMKM," kata Eddy. Β
Β
Selain perbankan, Eddy juga berharap, lembaga non perbankan seperti koperasi dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia memiliki program ini.
Β
"Untuk LPEI, mereka juga harus memiliki program pembiayaan krisis untuk menolong ekspor yang dilakukan UMKM," jelasnya.
Β
Eddy berharap Bank-bank memiliki program untuk pembiayaan krisis ini dengan gayanya masing-masing. "Setiap bank diharapkan punya program pembiayaan krisis dengan caranya masing-masing," ungkapnya.
UMKM berkontribusi terhadap PDB cukup besar. Selain itu peranan dalam ekspor dan investasi juga besar dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 49 juta orang.
(epi/ir)











































