Investasi Asing di SUN Tambah Rp 380 Miliar Dalam Satu Hari

Investasi Asing di SUN Tambah Rp 380 Miliar Dalam Satu Hari

- detikFinance
Sabtu, 14 Mar 2009 13:41 WIB
Investasi Asing di SUN Tambah Rp 380 Miliar Dalam Satu Hari
Jakarta - Investasi asing di Surat Utang Negara (SUN) mulai bertambah sedikit setelah sejak awal tahun hingga periode 10 Maret 2009 mengalami penurunan hingga Rp 7,35 triliun.

Ada kabar gembira karena dalam satu hari perdagangan SUN 12 Maret mencatat kenaikan investasi asing sebesar Rp 380 miliar hingga posisinya menjadi Rp 79,09 triliun.

Demikian data ditjen perbendaharaan depkeu yang dilansir detikFinance, Sabtu (14/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hampir semua institusi seperti bank umum, reksa dana, asuransi, asing, dan dana pensiun mencatat kenaikan jumlah penempatan investasi di SUN untuk periode 12 Maret 2009 kecuali BI dan sekuritas yang turun tipis.

Total kepemilikan SUN per 12 Maret 2009 dibandingkan per 11 Maret 2009 adalah:
  • Bank Rp 271,99 triliun (Rp 271,54 triliun)
  • BI Rp 27,64 triliun (Rp 27,78 triliun)
  • Reksa dana Rp 35,31 triliun (Rp 35,30 triliun)
  • Asuransi Rp 59,52 triliun (Rp 59,54 triliun)
  • Asing Rp 79,09 triliun (Rp 78,71 triliun)
  • Dana Pensiun Rp 34,56 triliun (Rp 34,5 triliun)
  • Sekuritas Rp 610 miliar (Rp 640 miliar)
  • Lain-lain Rp 35,92 triliun (Rp 35,85 triliun).   

Total keseluruhan SUN yang dapat diperdagangkan per 12 Maret 2009 mencapai Rp 544,66 triliun atau naik Rp 1,83 triliun dibanding posisi 11 Maret 2009 sebesar Rp 542,83 triliun.

Sebelumnya Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (13/3/2009) mengatakan turunnya kepemilikan asing di SUN pada Januari-10 Maret 2009 disebabkan oleh 3 faktor seiring kondisi krisis ekonomi global yang meningkatkan risiko di negara berkembang termasuk Indonesia.

Ketiga faktor itu, pertama proses deleveraging masih berlangsung dimana investor yang mengalami kesulitan likuiditas, melepas atau menjual sebagian aset dalam bentuk surat berharga, terutama yang diterbitkan emerging countries termasuk Indonesia, agar bisa melunasi utangnya.
 
Kedua, investor mengurangi currency risk exposure karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang cenderung melemah. Ketiga telah terjadi flight to quality karena pasar global masih volatile dan penuh ketidakpastian sehingga investor asing lebih memilih untuk memiliki US Treasury Securities yang dianggap aman. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads