Ongkos Mahal, Swasta Belum Berani Terbitkan Obligasi

Ongkos Mahal, Swasta Belum Berani Terbitkan Obligasi

- detikFinance
Rabu, 18 Mar 2009 06:57 WIB
Ongkos Mahal, Swasta Belum Berani Terbitkan Obligasi
Jakarta - Langka dan mahalnya likuiditas pembiayaan lewat pasar modal di negara berkembang menyebabkan sampai saat ini belum ada sektor swasta di Indonesia berani untuk menerbitkan obligasi.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa malam (17/3/2009).

"Pembiayaan di capital market saat ini agak turun, karena itu dalam hal ini belum ada private sector (swasta) yang menerbitkan obligasi," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sri Mulyani menambahkan, dengan sulitnya mencari pembiayaan lewat pasar modal ini, maka sektor swasta akan berpikir ulang mengenai rencananya melakukan ekspansi. Apalagi biaya penerbitan obligasi saat ini semakin mahal karena langkanya likuiditas.

"Mereka (swasta) mungkin menghitung kembali dari financing atau posnya yang makin mahal. Itu mungkin masuk dari perhitungan perusahaan-perusahaan itu," katanya.

Krisis ekonomi global yang terjadi saat ini memang menyebabkan beralihnya modal-modal di negara berkembang. Sri Mulyani pernah mengatakan aliran modal ke negara berkembang lewat pasar modal berkurang US$ 300 sampai 350 miliar karena krisis ekonomi global.

Meskipun begitu, menurut Sri Mulyani pertumbuhan realisasi investasi di Indonesia masih akan cukup baik demikian juga dengan kredit perbankan.

"Pertumbuhan dari sisi pertumbuhan realisasi, tadi saya sudah bicara dengan BKPM sudah cukup positif. Dari sisi lending (kredit perbankan) masih bisa tumbuh sekitar di atas 15% sampai 20%," ujarnya lagi. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads