Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa malam (17/3/2009).
"Pembiayaan di capital market saat ini agak turun, karena itu dalam hal ini belum ada private sector (swasta) yang menerbitkan obligasi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka (swasta) mungkin menghitung kembali dari financing atau posnya yang makin mahal. Itu mungkin masuk dari perhitungan perusahaan-perusahaan itu," katanya.
Krisis ekonomi global yang terjadi saat ini memang menyebabkan beralihnya modal-modal di negara berkembang. Sri Mulyani pernah mengatakan aliran modal ke negara berkembang lewat pasar modal berkurang US$ 300 sampai 350 miliar karena krisis ekonomi global.
Meskipun begitu, menurut Sri Mulyani pertumbuhan realisasi investasi di Indonesia masih akan cukup baik demikian juga dengan kredit perbankan.
"Pertumbuhan dari sisi pertumbuhan realisasi, tadi saya sudah bicara dengan BKPM sudah cukup positif. Dari sisi lending (kredit perbankan) masih bisa tumbuh sekitar di atas 15% sampai 20%," ujarnya lagi. (dnl/qom)











































