Jika dikelompokkan sesuai kriteria UMKM di Bank lndonesia, selama ini Mandiri menyalurkan kredit kepada tiga kelompok, yang pertama yaitu usaha mikro dengan plafon kredit sampai dengan Rp 50 juta.
Sepanjang tahun 2005-2008, kredit ini berkembang cukup pesat yakni naik dari Rp 808,67 miliar menjadi Rp 2,65 triliun, atau meningkat dengan rata-rata kumulatif dalam tiap tahunnya sebesar 48-5 persen.
Kedua yaitu penyaluran kredit kepada usaha kecil dengan plafon Rp 50 juta sampai Rp 500 juta yang pada periode sama naik dari Rp 2,64 triliun menjadi Rp 4,7 triliun atau meningkat dengan rata-rata kumulatif dalam tiap tahunnya sebesar 21,3 persen.
Selanjutnya kelompok ketiga yaitu Usaha Menengah dengan plafon Rp 500 juta sampai Rp 5 miliar yang naik dengan rata-rata kumulatif dalam tiap tahunnya sebesar 24,8 persen.
Untuk total jumlah rekening dari ketiga kelompok itu, tercatat naik signifikan dari 117.000 pada 2005 menjadi 310.000 rekening pada 2008, melonjak dengan rata-rata kumulatif dalam tiap tahunnya sebesar 38,23 persen.
"Jumlah unit usaha UMKM yang terus tumbuh hingga mencapai sekitar 98 persen dari total usaha di lndonesia menjadikan UMKM sebagai salah satu faktor penting dalam membangun perekonomian bangsa," kata Direktur Bank Mandiri Bambang Setiawan dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jakarta, Rabu (18/3/2009)
Ia mengatakan, UMKM juga mampu menyerap 80-90 persen dari total tenaga kerja di lndonesia. Maka dari itu, bank plat merah tersebut aktif memberikan dukungan dalam pengembangan sektor UMKM terutama dalam hal menyediakan akses pembiayaan dan layanan perbankan lainnya seperti pengiriman uang, bank garansi, LC ekspor impor, dan lain-lain bagi UMKM di berbagai sektor usaha yang memiiki potensi.
Ia menambahkan, emiten dengan kode saham BMRI tersebut juga memberikan pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan kapasitas usaha UMKM. Baik di bidang pemasaran, keuangan, SDM maupun operasional/produksi.
Beberapa program yang telah dijalankan diantaranya program pelatihan bagi lebih dari 1.000 usaha mikro debitur Bank Mandiri yang telah dijalankan pada awal tahun 2008 dan program pendampingan usaha bekerjasama dengan Action Coach, di samping kegiatan mengikutsertakan UMKM di berbagai pameran baik bertaraf nasional maupun internasional.
"Pada prinsipnya, Bank Mandiri fokus untuk melayani seluruh pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha, sepanjang pelaku usaha tersebut layak dan memenuhi ketentuan dan persyaratan perbankan," imbuhnya.
Menurutnya, usaha layak yang dimaksud adalah usaha calon debitur menguntungkan atau memberikan laba sehingga mampu membayar kewajiban kreditnya baik hutang pokok maupun bunganya dalam jangka waktu yang ditentukan, yang pada akhirnya dapat rnengembangkan usahanya.
Ia mengaku, secara bisnis segmen UMKM memiliki potensi yang besar. Volume yang besar dengan pertumbuhan portofolio bisnis yang cepat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Selain itu, Bank Mandiri juga memperluas jaringan kantor cabangnya agar lebih meningkatkan akses pelayanan jasa keuangan kepada masyarakat. Saat ini sudah ada 600 unit mikro dan akan terus dibuka hingga 800 unit mikro sampai dengan akhir tahun 2009.
"Kemudahan akses bagi pelaku UMKM. melalui pembentukan unit layanan di lokasi yang dekat dengan pasar, pembatasan coverage area pemasaran suatu unit, selain untuk kemudahan monitoring atau pemantauan usaha debitur, hal ini juga akan menekan biaya transportasi," ungkapnya.
Adapun untuk daerah-daerah yang tidak terjangkau dengan unit layanan perseroan maka akan dilakukan kerjasama dengan mitra antara lain melalui Koperasi maupun BPR (Bank Perkreditan Rakyat) untuk menyalurkan kredit kepada pelaku UMKM.
(ang/ir)











































