Menurut Kepala Biro Stabilitas Keuangan BI Wimboh Santoso di Gedung BI, Jakarta, Rabu (18/3/2009).
"Kita berpendapat bahwa nantinya pada bulan April dan MeiΒ lending kredit akan naik," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bila nantinya pengucuran kredit pada bulan tersebut tetap atau tidak naik maka kita akan melihat lebih jauh lagi, apa yang terjadi," katanya.
Ia juga belum memastikan apakah BI akan memberikan tindakan khusus pada perbankan yang masih 'pelit' mengucurkan kredit.
"Kita akan liat nantinya. Masih terlalu dini untuk mengatakan hal yang akan dilakukan BI nantinya," katanya.
Pengucuran kredit perbankan seharusnya memang maki deras seiring penurunan BI Rate yang berturut-turut dilakukan BI.
"Setiap rapat dengan perbankan, kita pasti bicarakan masalah penurunan suku bunganya sesuai dengan BI Rate dan memang bukan karena masalah krisis, dari dulu sebelum krisis pun memang penurunannya butuh waktu," katanya.
Wimboh juga menegaskan, likuiditas perbankan saat ini masih dalam kondisi baik. Data terbaru BI menunjukan bahwa hingga minggu ketiga bulan Maret 2009, dana pihak ketiga (DPK) naik sekitar 50 triliun dibandingkan Desember 2008.
Jika pada Desember 2008 DPK sekitar Rp 1.710,1 triliun, maka pada minggu ketiga Maret 2009 menjadi Rp 1.768,7 triliun. Sementara untuk pengucuran kredit naik sebesar Rp 2 triliun dari Rp 1.284 triliun menjadi Rp 1.286 triliun.
"Jadi sebenarnya memang tidak ada masalah dari likuiditas perbankan. Sejauh ini normal-normal saja," katanya (dru/lih)











































