"Kita belum sampai detail angka. Kita belum pernah bicarakan masalah PUAB yang dijamin. PUAB ini volumenya sekitar 1-4 triliun per hari," kata Kepala Biro Stabilitas Keuangan BI, Wimboh Santoso di Gedung BI, Jakarta, Rabu (18/3/2009).
Wimboh mengaku belum ada kajian berapa dana PUAB yang harus dijamin seperti yang diminta kalangan perbankan. Menurutnya penggunaan fasilitas PUAB bukanlah indikator suatu bank sedang mengalami kesulitan likuiditas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pooling Funds
Mengenai pembentukan konsorsium likuiditas (pooling fund), menurut Wimboh saat ini masih dilakukan pembicaraan dengan Perbanas.
"Justru ini yang sedang dirembuk bersama Perbanas. Kalau pemerintah sudah mau jamin, baru kita bentuk skemanya," ujarnya.
Potensi pengumpulan dana pooling funds menurut Wimboh iurannya tergantung perbankan.
"Isunya kan masih penentuan iurannya. Iurannya tergantung perbankan. Kalau kebutuhannya katakanlah untuk bank kecil yang kebutuhannya nggak banyak, yah jadi dananya nggak terlalu besar. Tapi itu tergantung jumlah bank yang akan dibantu," ujarnya.
Untuk pooling funds ini, Wimboh mengaku tergantung keputusan industri perbankan karena dananya dari perbankan. "BI hanya menunggu kira-kira payung hukum apa yang diperlukan. Kalau itu di-manage oleh Perbanas dia kan tahu perilaku anggotanya. Jadi moral hazard bisa dihindarilah," jelasnya.
(ir/qom)











































