Volume Pasar Uang Antar Bank Capai Rp 1-4 Triliun per Hari

Volume Pasar Uang Antar Bank Capai Rp 1-4 Triliun per Hari

- detikFinance
Rabu, 18 Mar 2009 17:05 WIB
Volume Pasar Uang Antar Bank Capai Rp 1-4 Triliun per Hari
Jakarta - Volume transaksi di Pasar Uang Antar Bank (PUAB) saat ini mencapai Rp 1-4 trilun per hari. Bank Indonesia mengaku belum bisa berkomentar soal usulan penjaminan dana PUAB.

"Kita belum sampai detail angka. Kita belum pernah bicarakan masalah PUAB yang dijamin. PUAB ini volumenya sekitar 1-4 triliun per hari," kata Kepala Biro Stabilitas Keuangan BI, Wimboh Santoso di Gedung BI, Jakarta, Rabu (18/3/2009).

Wimboh mengaku belum ada kajian berapa dana PUAB yang harus dijamin seperti yang diminta kalangan perbankan. Menurutnya penggunaan fasilitas PUAB bukanlah indikator suatu bank sedang mengalami kesulitan likuiditas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena ada bank yang sebenarnya PUAB tapi bisa dia mainkan dipasar uang. Jadi jumlah PUAB itu tidak menjadi indikator kebutuhan likuiditas bank karena mismatch. Kalau ada yang mismatch bank bisa dapat likuiditas dari PUAB. Jadi nggak cocok menjadi indikator keketatan likuiditas. Suku bunga PUAB juga bukan indikator kesulitan likuiditas," tutur Wimboh.

Pooling Funds

Mengenai pembentukan konsorsium likuiditas (pooling fund), menurut Wimboh saat ini masih dilakukan pembicaraan dengan Perbanas.

"Justru ini yang sedang dirembuk bersama Perbanas. Kalau pemerintah sudah mau jamin, baru kita bentuk skemanya," ujarnya.

Potensi pengumpulan dana pooling funds menurut Wimboh iurannya tergantung perbankan.

"Isunya kan masih penentuan iurannya. Iurannya tergantung perbankan. Kalau kebutuhannya katakanlah untuk bank kecil yang kebutuhannya nggak banyak, yah jadi dananya nggak terlalu besar. Tapi itu tergantung jumlah bank yang akan dibantu," ujarnya.

Untuk pooling funds ini, Wimboh mengaku tergantung keputusan industri perbankan karena dananya dari perbankan. "BI hanya menunggu kira-kira payung hukum apa yang diperlukan. Kalau itu di-manage oleh Perbanas dia kan tahu perilaku anggotanya. Jadi moral hazard bisa dihindarilah," jelasnya.



(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads