Pertumbuhan Kredit UMKM Mulai Melambat

Pertumbuhan Kredit UMKM Mulai Melambat

- detikFinance
Jumat, 20 Mar 2009 16:17 WIB
Pertumbuhan Kredit UMKM Mulai Melambat
Jakarta - Pertumbuhan kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mulai mengalami perlambatan. Sampai saat ini terhitung kredit ke sektor UMKM turun antara 10 persen sampai dengan 15 persen. Hal ini terkait tingginya suku bunga kredit yang masih diberikan oleh sektor perbankan.
   
"Sampai saat ini, kredit di sektor UMKM sudah mulai menunjukkan perlambatan," ujar Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia bidang UMKM, Sandiaga S Uno seusai menghadiri acara Knowledge Sharing Permodalan Nasional Madani (PNM) di Gedung Arthaloka, Jakarta, Jumat (20/3/2009).
   
Sandiaga menjelaskan bahwa suku bunga perbankan yang masih tinggi, membuat para pelaku UMKM tidak bergairah dalam mengajukan kredit baru.
   
Ia juga mengatakan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini hanya berpengaruh sedikit terhadap sektor UMKM. "MKM itu sedikit sekali yang memakai dollar, nilai tukar kurang berpengaruh di sektor ini," jelasnya.

Namun, lanjut Sandiaga, kecenderungan perlambatan ini memang intinya dari perbankan. "Bank Indonesia saja sudah menurunkan suku bunganya, bila bank-bank lain tidak mengikuti, itu kan konyol," tegasnya.

Tapi dia mengaku optimistis pada pertengahan kuartal kedua, kredit ke sektor UMKM akan membaik.

PNM


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu Permodalan Nasional Madani (PNM) resmikan dua kantor Unit Layanan Modal Mikro ULaMM di Nangroe Aceh Darussalam (NAD).
   
Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Dirut PNM, Parman Nataadmadja disaksikan oleh Mantan Direksi PNM Aris Muftie, Mantan Dirut PNM Wiwin P Sudjito dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM Sandiaga Uno.
Kantor cabang yang diresmikan yakni ULaMM unit ulee kareng dan unit pasar Aceh, Baiturrahman,  Banda Aceh.
   
"Pada bulan ini PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah meresmikan tujuh unit ULaMM di Padang. Ditambah unit di Aceh sehingga totalnya menjadi 9 unit," ujar Dirut PNM, Parman Nataadmadja dalam acara Knowledge Sharing PNM di Jakarta, Jumat (20/3/2009).
   
Menurut Parman, ULaMM di Padang dan Aceh telah disambut baik oleh masyarakat sekitar. Di daerah Padang, lanjutnya, meski baru satu bulan diresmikan namun modal yang dicairkan telah mencapai Rp 3 miliar rupiah.
   
"Modal ini dikeluarkan semuanya untuk membiayai usaha mikro kecil dengan dana antara Rp 1 juta sampai Rp 100 juta," katanya.
   
Ia juga menjelaskan bahwa di NAD juga telah banyak masyarakat yang memesan dana. PNM sendiri sampai saat ini telah memiliki 53 kantor ULaMM. Target pada tahun 2009 ini diperkirakan akan didirikan 190 ULaMM lagi.
   
"Dalam jangka panjang sampai 2013 kami berniat untuk mendirikan 550 ULaMM," jelasnya.
   
Lebih lanjut, Parman mengatakan, PNM pada semeter kedua ini akan mengubah divisi PNM tekno menjadi PNM venture syariah.
   
"Saat ini kami sudah persiapan kearah syariah dan PNM venture syariah ini nantinya akan melayani permodalan dengan skema syariah," paparnya.
   
Direktur Investasi dan Operasi PNM, Ibrahim Salim mengatakan skema yang ditawarkan pada PNM ventur syariah ini adalah musyarokah dan mudharobah.

(dru/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads