Obama dalam wawancara program televisi CBS "60 Minutes" ditanya mengenai kemungkinan terjadinya ledakan pada perekonomian jika raksasa-raksasa finansial seperti AIG atau Citicorp bangkrut.
"Ya. Saya kira risiko sistemik itu masih ada disana. Dan jika kita tidak melakukan sesuatu, maka Anda akan memiliki masalah besar," jawab Obama dalam wawancara yang disiarkan pada Minggu (22/3/2009), seperti dikutip dari AFP, Senin (23/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Obama menekankan dirinya yakin hal itu tidak akan terjadi. "Saya optimistik hal itu tidak terjadi. Karena saya pikir kita belajar dari pengalaman Great Depression."
Obama menekankan bahwa Menteri Keuangan Timothy Geithner kini menghadapi tantangan untuk melakukan rekonsiliasi atas berbagai kontradiksi menjelang pengumuman rencana penyelamatan sektor perbankan baru yang akan diumumkan Senin ini.
"Bank-bank akan sangat menyukai uang-uang para pembayar pajak tanpa ada pengikat. Sementara suara di kongres dan masyarakat Amerika sangat menyukai perbaikan bank-bank tanpa keluar uang lagi," tambah Obama.
"Jadi pada titik tertentu, Anda tahu, Anda akan berada pada satu garis yang sangat sulit untuk dilewati," ujar Obama sambil tertawa.
Pajak Bonus
Dalam kesempatan itu, Obama juga meminta agar UU yang mengatur pengenaan pajak hingga 90% atas bonus-bonus yang diterima para eksekutif dari perusahaan penerima bailout, jangan dipandang sebagai hal untuk menghukum orang.
"Hukum jangan ditargetkan untuk mengatur individu. Sebagaimana tujuan yumum, saya kira Anda tidak ingin menggunakan UU Pajak ini untuk menghukum orang," ujar Obama lagi.
Seperti diketahui, masalah pajak untuk para petinggi AIG beberapa waktu terakhir ini telah memicu kontroversi mengingat AIG baru saja menerima dana talangan atau bailout. Namun Obama telah menegaskan dirinya akan segera membereskan kekisruhan seputar masalah bonus ini.
(qom/qom)











































