AS Siapkan US$ 500 M untuk Bersihkan Aset Bermasalah Perbankan

AS Siapkan US$ 500 M untuk Bersihkan Aset Bermasalah Perbankan

- detikFinance
Senin, 23 Mar 2009 12:07 WIB
AS Siapkan US$ 500 M untuk Bersihkan Aset Bermasalah Perbankan
Washington - Pemerintah AS menyiapkan dana hingga US$ 500 miliar atau setara dengan 10 kali lipat cadangan devisa Indonesia untuk menyerap aset-aset bermasalah di sistem finansialnya.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan AS Timothy Geithner terkait rencana pembelian aset-aset bermasalah bank, yang dipublikasikan Wall Street Journal dan dikutip dari AFP, Senin (23/3/2009). Detail dari secara resmi rencana Geithner rencananya baru akan disampaikan pada Senin waktu AS.

"Sistem finansial secara menyeluruh masih berjuang untuk pemulihan. Beberapa bank yang masih terbebani oleh keputusan kredit bermasalah, kini mulai memberikan lagi kreditnya," ujar Geitner.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintahan Presiden Barack Obama kini sedang mengembangkan "Public-Private Investment Program" baru yang menyiapkan sebuah lembaga keuangan untuk membentuk pasar bagi kredit-kredit bermasalah dan surat berharga yang diterbitkan perbankan dalam beberapa tahun terakhir.

"Public-Private Investment Program pada tahap awal akan memberikan pembiayaan hingga US$ 500 miliar dan bisa bertambah menjadi US$ 1 triliun dalam beberapa waktu ke depan, yang merupakan bagian substansial dari aset yang berhubungan dengan real estate pada awalnya, sebelum resesi yang sekarang ini menggelayuti sistem finansial kami," ujar Geither lagi.

Ada tiga hal penting dalam program ini:
Pertama, program ini akan menggunakan dana dari Depkeu AS, Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) atau semacam Lembaga Penjamin Simpanan dan Federal Reserve atau Bank Sentral AS, untuk memobilisasi dana dari investor swasta.

Kedua, program ini akan mengupayakan partisipan dari sektor swasta untuk berbagi risiko dengan pemerintah, dan pemerintah akan mendapatkan potensi laba dari investasinya. Dana-dana yang dihimpun melalui program ini akan terbuka bagi semua tipe investor, termasuk dana pensiun.

Ketiga, nilai dari pinjaman dan surat berharga yang dibeli di bawah program ini akan disajikan oleh sektor swasta untuk melindungi pemerintah membayar terlalu besar aset-aset tersebut.

Geithner menyatakan, kemampuan menjual aset dari lembaga keuangan ini akan membuat bank-bank mudah menambah modalnya, sehingga bisa menambah kemampuan mereka menggantikan investasi modal oleh Depkeu.
(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads