Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama BTN Iqbal Latanro disela-sela paparan kinerja perseroan 2008 di Penang Bistro, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (23/3/2009).
"Itu berdasarkan kajian kita memang sudah saatnya melakukan penurunan, sebelumnya kita juga sudah menurunkan 50 basis poin," ujarnya.
Kinerja 2008
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dari sisi kredit juga mengalami pertumbuhan dari 22,3 triliun di tahun 2007 menjadi Rp 32 triliun di tahun 2008, atau tumbuh sebesar Rp 43,34 persen.
"Pencapaian ini ditopang oleh adanya ekspansi kredit perseroan selama 2008 mencapai lebih dari Rp 1,5 triliun," katanya.
Sementara itu, non performing loan (NPL) perseroan hingga akhir 2008 sebesar 2,6 persen atau membaik dibandingkan NPL tahun sebelumnya sebesar 2,8 persen.
Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) perusahaan plat merah tersebut meningkat dari Rp 24,1 triliun menjadi Rp 31,4 triliun pada tahun 2008. Pertumbuhannya mencapai 24,1 persen.
Laba bersihnya pun mengalami pertumbuhan sekitar 13 persen dari Rp 640 miliar di tahun 2007 menjadi Rp 722 miliar pada tahun 2008.
Ia menambahkan, sesuai dengan RKAP tahun 2009, BTN merencanakan pertumbuhan kredit sekitar 15 persen, sedangkan untuk laba tumbuh 13,2 persen.
(ang/lih)











































