Demikian disampaikan Dirut Bank Mandiri Agus Martowardoyo disela-sela seminar ekonomi di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Senin (23/3/2009).
"Sekarang ini adalah opsi untuk subdebt. Subdebt pun waktunya sangat penting. Jadi kalau bank ingin memperbaiki modalnya, umumnya mereka lari ke subdebt," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alternatif menambah modal banyak, tapi belum tentu tepat untuk market," katanya.
Ia menjelaskan, opsi hybrid capital saat ini dinilai sulit dilakukan. Yang masih memungkinkan adalah pengurangan pembayaran dividen dan mengurangi kebijakan yang bisa menurunkan modal seperti terkait operational based.
"Jika menaikkan modal dari secondary issuer, market minta diskon besar dan waktunya belum tentu tepat. jadi saya lihat yang paling tepat sekarang adalah subdebt," katanya. (lih/ir)











































