Demikian hal tersebut diungkapkan Direktur Treasury BTN Saud Pardede di sela-sela paparan kinerja perseroan 2008 di Penang Bistro, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (23/3/2009).
"Kita memilih untuk meng-exercise opsi pembelian kembali di tahun kelima sejak pertama kali diterbitkan tahun 2004," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak kita beli sekarang, nantinya cost-nya akan tinggi sekali," jelasnya.
Ia memastikan, langakh pembelian kembali surat utang tersebut tidak akan ada pengaruhnya terhadap posisi Capital Adequate Ratio (CAR) di tahun 2009 yang ditargetkan mencapai 13-14 persen.
(ang/qom)











































