Petinggi AIG Akhirnya Kembalikan Sebagian Bonus

Petinggi AIG Akhirnya Kembalikan Sebagian Bonus

- detikFinance
Selasa, 24 Mar 2009 07:10 WIB
 Petinggi AIG Akhirnya Kembalikan Sebagian Bonus
New York - Para petinggi American International Group (AIG) akhirnya memilih untuk mengembalikan sebagian bonus yang mereka terima, menyusul kritikan tajam atas gelimangan bonus ditengah bailout dari pemerintah AS.

Sebanyak 15 dari 20 petinggi dari divisi produk finansial AIG sepakat untuk mengembalikan bonus yang nilainya mencapai US$ 30 juta bonus.

"Bonus-bonus itu akan dikembalikan secara penuh," ujar Jaksa Agung New York Andrew M. Cuomo seperti dikutip dari New York Times, Selasa (24/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cuomo mencatat bahwa sekitar 47% dari total bonus yang diberikan sebesar US% 165 juta atau sekitar US$ 80 juta diberikan kepara warga Amerika. Dan ia berjanji akan meminta bonus itu lagi.

Namun menurut Cuomo, sebagian petinggi AIG tetap menolak mengembalikan bonus, terutama dari petinggi yang merupakan orang asing dan berada di luar yurisdiksi negara bagian New York. Sayangnya, Cuomo tidak bersedia menyebutkan siapa-siapa saja yang bersedia mengembalikan bonus dan yang tidak bersedia.

Cuomo sebelumnya menyatakan bahwa 73 pegawai AIG menerima bonus lebih dari US$ 1 juta. Bonus terbesar mencapai US$ 6,4 juta dan 6 pekerja menerima lebih dari US$ 4 juta. Sementara 15 pegawai AIG menerima bonus lebih dari US$ 2 juta dan 51 pegawai menerima bonus antara US$ 1-2 juta.

Chief executive AIG, Edward Liddy kepada kongres pekan lalu menyatakan bahwa para karyawannya siap untuk mengembalikan sebagian atau bahkan keseluruhan bonus. AIG bisa mengerti kemarahan masyarakat dan kongres atas kekisruhan bonus ini.

Masalah bonus AIG yang mencapai US$ 165 juta memang telah memicu kemarahan rakyat Amerika, karena perusahaan tersebut baru-baru ini harus mendapatkan bailout hingga US$ 180 miliar agar tidak bangkrut.

AIG merupakan salah satu korban dengan 'luka' parah akibat krisis finansial terkini. Pada kuartal IV-2008, AIG mencatat kerugian hingga US$ 61,7 miliar atau terbesar dalam sejarah korporasi AS.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads