Sebanyak 15 dari 20 petinggi dari divisi produk finansial AIG sepakat untuk mengembalikan bonus yang nilainya mencapai US$ 30 juta bonus.
"Bonus-bonus itu akan dikembalikan secara penuh," ujar Jaksa Agung New York Andrew M. Cuomo seperti dikutip dari New York Times, Selasa (24/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun menurut Cuomo, sebagian petinggi AIG tetap menolak mengembalikan bonus, terutama dari petinggi yang merupakan orang asing dan berada di luar yurisdiksi negara bagian New York. Sayangnya, Cuomo tidak bersedia menyebutkan siapa-siapa saja yang bersedia mengembalikan bonus dan yang tidak bersedia.
Cuomo sebelumnya menyatakan bahwa 73 pegawai AIG menerima bonus lebih dari US$ 1 juta. Bonus terbesar mencapai US$ 6,4 juta dan 6 pekerja menerima lebih dari US$ 4 juta. Sementara 15 pegawai AIG menerima bonus lebih dari US$ 2 juta dan 51 pegawai menerima bonus antara US$ 1-2 juta.
Chief executive AIG, Edward Liddy kepada kongres pekan lalu menyatakan bahwa para karyawannya siap untuk mengembalikan sebagian atau bahkan keseluruhan bonus. AIG bisa mengerti kemarahan masyarakat dan kongres atas kekisruhan bonus ini.
Masalah bonus AIG yang mencapai US$ 165 juta memang telah memicu kemarahan rakyat Amerika, karena perusahaan tersebut baru-baru ini harus mendapatkan bailout hingga US$ 180 miliar agar tidak bangkrut.
AIG merupakan salah satu korban dengan 'luka' parah akibat krisis finansial terkini. Pada kuartal IV-2008, AIG mencatat kerugian hingga US$ 61,7 miliar atau terbesar dalam sejarah korporasi AS.
(qom/qom)











































