BRI Minta Kewajiban Dividen Dikurangi

BRI Minta Kewajiban Dividen Dikurangi

- detikFinance
Selasa, 24 Mar 2009 14:42 WIB
BRI Minta Kewajiban Dividen Dikurangi
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berencana meminta pengurangan porsi dividen yang harus dibayarkannya tahun ini kepada pemerintah. Pengurangan pembayaran dividen bisa dialihkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan termasuk dalam pengucuran kredit.

Demikian disampaikan Direktur Keuangan BRI Abdul Salam di sela-sela peluncuran Apconex 2009 di Hotel Intercontinental, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (24/3/2009).

"Untuk dividen sedang kita usulkan ke Kementerian BUMN supaya kalau tahun lalu 50 persen deviden masuk ke pemegang saham, dalam keadaan sekarang dihimbau supaya kurang dari itu," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pengurangan pembayaran dividen ini akan berdampak signifikan baik bagi perseroan maupun publik. Karena dengan begitu, perusahaan bisa memperkuat modalnya termasuk dalam memberikan kredit ke masyarakat. Penguatan modal yang dihasilkan bisa mencapai 8-10 kali lipat.

"Ia pun mencontohkan, misalnya kita dapat satu triliun, berarti modal kita bisa tambah kuat satu triliun itu bisa menaikkan 10 kali lipat dengan CAR itu. Itu harus disadari oleh owner itu manfaatnya besar sekali kalau kita diberi kesempatan," katanya.

Abdul mengakui, jika porsi dividen yang harus dibayarkan ke pemerintah berkurang jadi 20 persen, maka CAR perusahaan bisa mencapai 15 persen

"Ya sekitar itu, kan bagus. Sekarang kan CAR BRI 13,1 persen. Sebetulnya jauh dari ketentuan, ketentuannya kan 8 persen. Tapi sebagai bank jangkar kan 12 persen," katanya.

Selain meminta pengurangan porsi dividen, BRI juga sedang mempertimbangkan cara-cara lain dalam menjaga modalnya.

"Tahun ini kan hybrid atau subdebt agak sulit untuk ke luar negeri, kita coba yang di dalam negeri, sudah ada suatu pasar yang terbuka atau tidak," katanya.

Untuk kepastian subdebt (obligasi subordinasi) dalam negeri, hingga kini BRI masih mempelajari rencana tersebut. Diharapkan akhir semester ini subdebt dalam negerinya bisa diterbitkan.

"Kalau bisa akhir semester ini, tapi kalau tidak ya semester 2," katanya.
(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads