Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto ketika ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (25/3/2009).
"Samurai Bond tampaknya bisa diterbitkan Juni ini, itu rencananya," jelasnya.
Di tahun ini, instrumen SBN (Surat Berharga Negara) yang masih akan diterbitkan pemerintah di luar SUN (Surat Utang Negara) reguler dan sukuk ritel, adalah sukuk global, Samurai Bond, dan ORI (Obligasi Ritel Indonesia).
"Untuk sukuk global harus terbit tahun ini, target indikatifnya tetap US$ 500 juta sesuai dengan sisa underlying assets," kata Rahmat.
Sisa underlying assets sukuk yang saat ini masih ada dikatakan Rahmat adalah sebesar Rp 7-7,5 triliun.
"Sementara untuk tambahan unserlying assets seperti Gelora Bung Karno, masih akan dibahas di DPR, karena harus menunggu persetujuan DPR," ungkapnya.
Sampai saat ini, besaran SUN gross yang sudah diterbitkan pemerintah sudah mencapai Rp 66 triliun atau 46,5% dari target.
"Pemerintah masih akan menerbitkan berbagai instrumen termasuk global sukuk, samurai bond, ORI, SPN dan lain-lain," katanya
Pemerintah pada lelang SUN kemarin menyerap Rp 2 triliun meskipun jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp 9 triliun lebih.
"Pemerintah ingin menghindari 'crowding-out' dengan memberikan peluang pasar, khususnya kepada swasta untuk menerbitkan obligasi korporasi," tukas Rahmat.
(dnl/lih)











































