Menurut Obama, para investor masih menilai AS sebagai negara dengan perekonomian terkuat dengan sistem politik paling stabil di dunia.
"Sebagaimana kepercayaan terhadap perekonomian AS atau dolar, saya hanya ingin menekankan bahwa dolar berada dalam posisi yang sangat kuat saat ini," ujar Obama dalam konferensi persnya, seperti dikutip dari AFP, Rabu (25/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak percaya ada sebuah kebutuhan untuk mata uang global," jelas Obama.
Gubernur Bank Sentral China, Zhou Xiaochuan's sebelumnya menyerukan pergantian dolar AS, yang selama ini digunakan sebagai cadangan mata uang setelah perang dunia kedua, dengan standar berbeda seperti yang dijalankan IMF.
Zhou pun menyebut mata uang Special Drawing Rights (SDR) IMF ---kumpulan dari mata uang dolar, euro, poundsterling dan yen--- yang bisa menjadi mata uang asing super dan tidak mudah dipengaruhi oleh kebijakan suatu negara.
China kini merupakan kreditor terbesar dari AS. China membeli obligasi AS sebesar US$ 739,6 miliar per Januari. China juga memiliki cadangan devisa dalam dolar AS terbesar di dunia, yang nilainya mencapai US$ 1 triliun.
Gubernur BI Boediono sebelumnya juga menyatakan bahwa China kini memang aktif mendorong penggunaan mata uangnya, yuan untuk transaksi internasional. Boediono juga menilai bahwa ketergantungan dunia akan dolar AS sangat rawan, namun sulit untuk dikurangi dalam waktu dekat.
Terkait masalah tersebut, Indonesia dan China baru saja menandatangani Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA) senilai RMB 100 miliar atau sekitar Rp 175 triliun. (qom/ir)











































