BCSA RI-China Rp 175 Triliun Hasil Negosiasi 45 Hari

BCSA RI-China Rp 175 Triliun Hasil Negosiasi 45 Hari

- detikFinance
Kamis, 26 Mar 2009 11:39 WIB
BCSA RI-China Rp 175 Triliun Hasil Negosiasi 45 Hari
Jakarta - Kesepakatan Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara Indonesia dan China sebesar RMB 100 miliar atau sekitar Rp 175 triliun bukan lah hasil dari negosiasi yang bertele-tele. Kedua negara cukup berunding selama 45 hari.

Deputi Gubernur Senior BI Miranda S. Goeltom memaparkan jalannya proses kesepakatan BCSA Indonesia China. Indonesia melihat adanya kerjasama karena sebelumnya China juga telah melakukan kerjasama BCSA dengan negara lain seperti Hongkong, Korea, serta Malaysia.

Tujuan dari kerjasama BCSA China dengan sejumlah negara tersebut adalah untuk mencoba memecahkan masalah kekeringan likuiditas dolar di pasar dunia. Indonesia melalui BI pun lantas mencoba melakukan hal yang sama dengan China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penjajakannya cukup cepat, 45 hari, untung staf kami bisa tawar-menawar untuk biaya
dan sebagainya dalam bahasa China, jadi cukup seru," ujar Miranda dalam bicang-bincang di kantornya, Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Rabu (25/3/2009).

Gubernur BI Boediono sebelumnya menyatakan bahwa China kini memang sedang giat untuk penggunaan yuan sebagai mata uang perdagangan. Ketergantungan perdagangan dunia terhadap dolar AS dinilai cukup rawan. Miranda menambahkan, China juga sedang berencana mengembangkan penggunaan RMB di kawasan ASEAN.

"Pemerintah China sudah memutuskan perdagangan di Shanghai dengan negara-negara ASEAN bisa dilakukan dengan RMB di 2009, tapi belum tahu mulai bulan apa," pungkasnya.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads