Bank Mandiri Salurkan Rp 63 Miliar ke 3 Koperasi Plasma

Bank Mandiri Salurkan Rp 63 Miliar ke 3 Koperasi Plasma

- detikFinance
Kamis, 26 Mar 2009 13:01 WIB
 Bank Mandiri Salurkan Rp 63 Miliar ke 3 Koperasi Plasma
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk menyalurkan kredit sebesar Rp 63 miliar untuk 800 petani plasma dari 3 koperasi plasma di Kalimantan Barat. Kredit itu untuk pembiayaan perkebunan sawit plasma seluas 1.600 hektar.

Menurut siaran pers dari Bank Mandiri yang diterima detikFinance, Kamis (26/3/2009), penandatanganan perjanjian kredit dilakukan pada 20 Maret lalu.

Kredit itu terbagi untuk 3 Koperasi yaitu Koperasi Serba Usaha Bersama Rp 23,6 Miliar, Koperasi Bina Sari Rp 19,7 Miliar dan Koperasi Serba Usaha Karya Bersama Rp 19,7 Miliar. Tiga kebun yang dibiayai terletak di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten. Ketapang, Propinsi Kalimantan Barat.Β 
Β 
Jangka waktu kredit untuk masing-masing koperasi tersebut adalah 13 tahun sejak
pencairan kredit pertama termasuk grace period selama 5 tahun dimana kreditnya akan
lunas pada tahun 2022.
Β 
Senior Vice President Small Business Bank Mandiri, Rafjon Yahya mengatakan, penyaluran kredit ini merupakan bentuk komitmen Bank Mandiri untuk mensukseskan program pemerintah dalam penyaluran Kredit Pengembangan Energi Nabati-Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyaluran kredit Program Revitalisasi Perkebunan ini akan diarahkan pada sentra-sentra perkebunan yang tersebar di wilayah Riau, Sumut, Sumbar, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Sulawesi.
Β 
"Hingga 31 Desember 2008 Bank Mandiri telah menyetujui fasilitas kredit kepada petani plasma program KPEN-RP sebesar Rp 1,8 Triliun untuk membiayai 51.898 ha kebun kelapa sawit milik 26.454 petani plasma," jelas Rafjon Yahya.
Β 
Target debitor untuk Kredit Revitalisasi Perkebunan ini adalah petani anggota koperasi yang dibina dan memiliki Perjanjian Kerjasama dengan Perusahaan Inti yang berpengalaman dan memiliki kemampuan finansial yang kuat. Sehingga Bank dapat meyakini bahwa Perusahaan Inti mampu membangun, mengelola kebun plasma, membina petani dan menjamin pembelian produksi petani plasma.
Β 
"Kami prioritaskan kepadaΒ  Koperasi yang bermitra dengan Perusahaan Inti debitur Bank Mandiri yang telah memiliki Kebun Inti dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS)," jelas Rafjon Yahya.
Β 
Saat ini kredit yang disalurkan Bank Mandiri kepada sektor perkebunan dan industri turunannya telah mencapai Rp 25,6 Triliun atau sebesar 16,1% dari total kredit Bank
Mandiri. Jumlah tersebut teralokasikan kepada perkebunan besar dan perusahaan yang
bertindak sebagai Inti proyek PIR sebesar Rp 11,4 Triliun, koperasi dan petani plasma
Rp 2,6 Triliun, industri yang mengolah produk perkebunan sebesar Rp 10,2 Triliun dan
perdagangan/ekspor komoditi perkebunan Rp 1,3 Triliun.
Β 
Apabila dibandingkan dengan total kredit perbankan nasional yang disalurkan kepada
sektor pertanian sesuai data Bank Indonesia sebesar Rp 66,13 Triliun, maka plafond
kredit perkebunan Bank Mandiri sebesar Rp 25,58 Triliun merupakan 38,69% dari kredit
perkebunan nasional.


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads