Demikian disampaikan Menkeu sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani di sela-sela pelantikan pejabat eselon II Ditjen Bea Cukai di kantornya, Jl Wahidin, Jakarta, Jumat 927/3/2009).
"Secara realitas hari ini memang kebutuhan itu cukup real. Jadi memang harus ada modifikasi baru, atau tatanan baru termasuk dalam penggunan mata uang atau currency internasional," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sebagai suatu pembahasan awal, memang dengan konstelasi baru, itu akan dibutuhkan. Jadi saya rasa suatu saat pembahasan ini akan mulai di-kick off dengan pembahasan atau pernyataan dari Gubernur Bank Sentral China. Itu pasti nanti jadi bahan untuk didiskusikan antara Menkeu dan Gubernur Bank Sentral," katanya.
(lih/qom)











































