Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Dajlil di kantornya, Gedung Garuda, Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (27/3/2009).
"Bank (BUMN) kan sudah kita minta perkuat modal. Sekarang giliran asuransi. Menteri Keuangan juga sadar akan masalah itu, harus kita work out dengan perkuat modal," jelasnya.
Ia mengatakan, mengenai jumlah penambahan modalnya saat ini masih dalam pembahasan di pihak Kementerian Negara BUMN.
Sofyan mengakui, saat ini beberapa perusahaan plat merah berpotensi untuk tidak mampu memenuhi klaim nasabah. Salah satunya PT Asuransi Jiwasraya yang berpotensi rugi hingga Rp 2-3 triliun, jika seluruh nasabahnya mengajukan klaim secara bersamaan.
Saat ini, pemerintah memiliki 10 perusahaan asuransi, antara lain PT Asuransi ABRI (ASABRI). PT Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI), PT Jasindo, PT Asuransi Jasa Raharja, PT Asuransi Jiwasraya, PT Askes, PT Askrindo, PT Jamsostek, PT Reasuransi Umum Indonesia (RUI), dan PT Taspen. (ang/lih)











































