Kadin: Indonesia Harus Berani Keluar dari Dominasi Dollar A

Kadin: Indonesia Harus Berani Keluar dari Dominasi Dollar A

- detikFinance
Sabtu, 28 Mar 2009 16:17 WIB
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (kadin) Indonesia menilai saat ini Indonesia harus berani mengurangi dominasi penggunaan mata uang dollar dalam transaksi perdagangan global. Langkah ini sangat strategis untuk mencapai ketahanan ekonomi dalam negeri.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bambang Soesatyo kepada detikFinance, Sabtu (28/3/2009).

"Dalam konteks ketahanan ekonomi nasional, mengurangi dominasi dollar AS amat strategis, yakni untuk mengurangi tekanan terhadap defisit anggaran dan cadangan devisa," jelas Bambang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bambang, Penggunaan valuta utama  selain dollar AS, dalam kegiatan ekspor-impor bukan persoalan prinsipil namun kata dia  dari sisi kepentingan ekonomi Indonesia  manfaatnya sangat besar karena akan membuka peluang untuk mempeluas ekspansi negara tujuan ekspor Indonesia.

"Artinya, selama ini kita melulu fokus pada negara tujuan yang hanya mau bertransaksi dalam dollar AS," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam periode puncak krisis finansial belum lama ini, terjadi capital out flow yang masif dari emerging market yang cadangannya didominasi dollar AS.  Penarikan modal itu  menimbulkan ketidakseimbangan yang serius pada sejumlah negara, termasuk Indonesia, yang antara lain ditandai oleh keringnya likuiditas valas terutama dollar AS.

"Dari situlah muncul gagasan untuk mengurangi dominasi dollar AS," ucapnya.

(hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads