Hal ini dikatakan oleh Ketua Komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bambang Soesatyo kepada detikFinance, Sabtu (28/3/2009).
"Dalam konteks ketahanan ekonomi nasional, mengurangi dominasi dollar AS amat strategis, yakni untuk mengurangi tekanan terhadap defisit anggaran dan cadangan devisa," jelas Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya, selama ini kita melulu fokus pada negara tujuan yang hanya mau bertransaksi dalam dollar AS," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, dalam periode puncak krisis finansial belum lama ini, terjadi capital out flow yang masif dari emerging market yang cadangannya didominasi dollar AS. Penarikan modal itu menimbulkan ketidakseimbangan yang serius pada sejumlah negara, termasuk Indonesia, yang antara lain ditandai oleh keringnya likuiditas valas terutama dollar AS.
"Dari situlah muncul gagasan untuk mengurangi dominasi dollar AS," ucapnya.
(hen/ir)










































