Dalam laporan keuangan yang diumumkan Selasa (31/3/2009), laba bersih konsolidasi BRI di tahun 2008 mencapai Rp 5,958 triliun yang naik 23% dibanding tahun 2007 sebesar Rp 4,838 triliun.
Laba bersih BRI sebelumnya tahun 2006 sebesar Rp 4,257 triliun, tahun 2005 sebesar Rp 3,808 triliun, tahun 2004 sebesar Rp 3,633 triliun dan tahun 2003 sebesar Rp 2,58 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapatan bunga bersih yang dicapai BRI tahun 2008 sebesar Rp 19,647 triliun atau naik 17,7% dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 16,687 triliun.
Rasio kecukupan modal (CAR) dengan memperhitungkan risiko kredit di akhir 2008 sebesar 13,67% turun dari 2007 yang sebesar 16,66%. Sedangkan CAR dengan memperhitungkan risiko kreditΒ dan pasar sebesar 13,18% turun dari 2007 yang sebesar 15,84%.
Rasio kredit macet (NPL) gross sebesar 2,8% dan NPL net sebesar 0,85% yang kedunya turun dibanding tahun 2007 masing-masing sebesar 3,44% dan 0,88%. Sedangkan rasio dana terhadap kredit (LDR) sebesar 79,93% yang naik dari tahun 2007 sebesar 68,80%.
BRI memiliki total aset hingga akhir tahun 2008 sebesar Rp 246,076 triliun yang naik 21% dibandingkan tahun 2007 sebesar Rp 203,734 triliun.Β Β Β Β Β
"Dalam kondisi krisis ekonomi global yang secara langsung berdampak ke Perekonomian lndonesia, Bank BRI tetap mencatatkan hasil kinerja usaha yang menggembirakan," kata Direktur Operasional BRI Sarwono Sudarto disela-sela paparan kinerja 2009 di Gedung BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (31/3/2009).
Β
Kenaikan Total Aset atau skala usaha Bank BRI tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit sebesar 41,46 persen, dari posisi Rp 113.85 triliun pada Desember 2007 menjadi Rp 161.06 Triliun pada Desember 2008. Dengan pertumbuhan kredit sebesar Rp 47,21 triliun tersebut Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank BRI Pada akhir tahun 2008 tercatat sebesar 79.93 persen naik dari posisi Desember 2007 sebesar 68,80 persen.
Β
Sampai dengan saat ini, Bank BRI tetap berkomitmen minimal 80 persen dari total kreditnya disalurkan kepada pengembangan usaha mikro, kecil. dan menengah (UMKM). Sektor UMKM yang bertumpu Pada ekonomi domestik selama ini telah secara langsung membantu menggerakkan perekonomian nasional dan terbukti tetap tumbuh serta tahan terhadap dampak krisis ekonomi.
Β
Pcnyaluran kredit tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan Prinsip kehati-hatian (prudential banking) yang tercermin dalam perbaikan angka non performing loan (NPL) gross yang pada tahun 2007 tercatat sebesar 3,44 persen turun menjadi sebesar 2,80 persen pada akhir tahun 2008.
Keunggulan berupa jaringan yang tersebar di seluruh pelosok lndonesia terbukti menjadi salah satu kunci sukses Bank BRI. Sampai dengan akhir Desember 2008, Bank BRI telah berhasil membuka 35 Kantor Cabang 107 Kantor Cabang Pembantu, 155 Kantor Kas dan 117 BRI Unit, sehingga total unit kerja Bank BRI adalah sejumlah 5369 unit kerja.
Dana masyarakat yang berhasil dihimpun Bank BRI sampai dengan Desember 2008 tercatat sebesar RP 201,50 triliun atau meningkat sebesar 21.77 persen jika dibandingkan dengan DPK tahun 2007 yang sebesar Rp 165,48 triliun.Komposisi DPK Bank BRI pada tahun 2008 masing-masing adalah sebagai berikut Giro Rp 39.91 Triliun (19.8 persen), Tabungan Rp 88,06 Triliun (43,69 persen), dan (ir/ir)











































