Fasilitas kredit linkage program BNI hingga akhir tahun 2008, mencapai Rp 3,27 triliun atau naik sebesar 195 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Ro 1,11 triliun. Untuk outstanding-nya, BNI mencatat kenaikan sebesar 211 persen dari Rp 862,57 miliar menjadi Rp 2,68 triliun.
Sedangkan hingga akhir Februari 2009, jumlah usaha mikro yang dibiayai melalui linkage program BNI mencapai 345 ribu usaha mikro melalui 1.267 BPR dan Koperasi di seluruh Indonesia.
Jumlah fasilitas kredit linkage program BNI yang disalurkan sampai akhir Feburari 2009 juga naik menjadi Rp 3,48 triliun dengan outstanding sebesar Rp 2,75 triliun.
"Penyaluran kredit melalui linkage program merupakan salah satu strategi BNI untuk memperluas jangkauan usaha mikro serta untuk menggiatkan perkembangan lembaga keuangan yang ada di masyarakat, yaitu BPR dan Koperasi," ujar Direktur Usaha Kecil, Menengah dan Syariah BNI disela-sela acara Penandatanganan Surat Pemberitahuan Persetujuan Pemberian Kredit (SP3K) di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (1/4/2009).
BII
Ditempat yang sama, Direktur BII, Rita Mas Oen, menjelaskan melalui linkage program, BPR menjadi makin kuat dalam permodalan untuk mengembangkan usahanya untuk membiayai usaha mikro kecil yang memiliki prospek usaha baik dan memiliki potensi untuk berkembang.
Hingga akhir Desember 2008, BII menggandeng hampir lebih dari 100 BPR dengan total plafond awal lebih dari Rp 900 miliar dan outstanding sekitar Rp 600 miliar.
Tepat pada hari ini, BII meningkatkan penyaluran kredit usaha mikro kecil (umk) dengan bekerjasama melalui empat BPR dibawah skema linkage program yang juga ditandatangani melalui SP3K.
Total nilai kredit sebesar Rp 7,8 miliar tersebut disalurkan kepada BPR Central Artha Rizki (Tangerang), BPR Siraya Karya Bakti (Bekasi), BPR Laksana Lestari Serpong, dan BPR Artha Bersama (Cibubur). Outstanding linkage program BII akhir Desember meningkat 50 persen dibanding tahun sebelumnya.
"Berdasarkan pengalaman kami, linkage program merupakan salah satu cara yang efektif untuk menjangkau sektor mikro kecil," pungkas Rita.
(dru/ir)











































