Demikian disampaikan Dirut Bank Mandiri Agus Martowardoyo di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (4/1/2009).
"Idealnya Bank Mandiri akan mendapatkan izin untuk membuka cabang di Shanghai selanjutnya untuk penyerahan currency, dia bisa melakukan di Bank Mandiri yang ada di Shanghai itu. Tapi sampai sekarang belum keluar izinnya," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Antara Indonesia dan China juga ada banyak hubungan dagang dan kalau dibicarakan tentang settelmen-nya bagaimana idealnya di Indonesia ini sudah ada bank yang berbasis di China yang mempunyai kantor di sini," katanya.
Seperti diketahui, Indonesia dan China memiliki Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA). Agus menilai kerjasama ini akan membuat kondisi keuangan dari dua negara saling mendukung.
"Memang kita harus akui di perdagangan internasional sebagian besar masih menggunakan dolar sebagai basis currency dan payment," katanya.
Agus menambahkan, kerjasama ini sudah selayaknya didukung oleh lembaga keuangan yang bisa bertransaksi dalam rupiah dan RMB.
"Tentu harus didukung oleh bank yang bisa transaksi rupiah dan RMB. Idealnya itu dilakukan di bank China yang ada di Indonesia dan bank Indonesia yang ada di China, yaitu Bank Mandiri. Bank Mandiri sudah punya cukup banyak hubungan bank nasional China dan itu sudah terjalin cukup lama," katanya. (lih/ir)











































