Ratusan Nasabah Gagal Transaksi di UOB Buana Pekanbaru

Ratusan Nasabah Gagal Transaksi di UOB Buana Pekanbaru

- detikFinance
Senin, 06 Apr 2009 12:30 WIB
Ratusan Nasabah Gagal Transaksi di UOB Buana Pekanbaru
Jakarta - Karyawan kantor cabang Bank UOB Buana di Pekanbaru juga melakukan aksi mogok kerja. Sejak pukul 08.00 hingga 10.00 waktu setempat, lebih dari 100 transaksi nasabah harus ditolak dilayani.

Demikian disampaikan Manager Operasional Bank UOB Buana Pekanbaru Judis Setiono ketika dihubungi detikFinance, Senin (6/4/2009).

"Aksi mogok kerja ini dilakukan masih terkait tuntutan kesejahteraan karyawan, karena nasional maka cabang Pekanbaru juga melakukan aksi yang sama," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, transaksi di hari Senin seperti sekarang biasanya lumayan banyak. Hal ini juga terlihat dari ratusan nasabah yang datang untuk melakukan transaksi namun terpaksa dibatalkan karena karyawan mogok kerja.

"Antara jam 08.00-10.00, ada sekitar 100 transaksi yang dibatalkan," katanya.

Bank UOB Buana di Pekanbaru memiliki 1 kantor cabang utama dan 2 kantor cabang pembantu. Kantor cabang utama terletak di Jl Sudirman Pekanbaru, sementara kantor cabang pembantu terletak di Jl Nangka dan Jl Juanda. Total karyawan ketiga kantor cabang tersebut mencapai 80 orang.

Berdasarkan pantauan detikFinance, aktivitas di lantai dasar kantor cabang utama Pekanbaru terbilang lumpuh. Biasanya, di lantai dasar inilah sejumlah transaksi dilayani seperti kliring, KPR, kredit modal kerja dan deposito. Hanya penyetoran dan penarikan uang tunai yang bisa dilayani di lantai dua.

Karyawan pun terlihat duduk-duduk di lantai dasar sambil memberitahu setiap nasabah yang datang bahwa karyawan sedang mogok dan tidak melayani transaksi sampai 3 hari ke depan.

Karyawan Kontrak


Sementara wakil ketua Serikat Pekerja Karyawan PT Bank UOB Buana Tbk (SPKUOBB) wilayah Jakarta, Sastra Dinata mengatakan aksi mogok kerja sudah lama dilayangkan karena banyak tuntutan yang tidak terpenuhi.

"Kita itu disini masih sebagai tenaga kontrak. Itu ada yang 3-15 tahun jumlahnya ada 400 orang masih jadi tenaga kontrak belum diangkat-angkat. Kita minta kejelasan," katanya.

Sebenarnya kata Sastra, sejak Desember 2008 SPKUOBB telah menyampikan hal ini ke depnaker dan manejemen sebanyak 3-4 kali. "Deputi BI sudah manggil pihak manajemen, dan kelanjutannya kita belum tahu. Intinya kami minta kejelasan status," katanya.

Akibat aksi mogok kerja tersebut sejumlah Kepala Cabang juga akhirnya harus turun tangan sendiri melayani nasaba. Kepala Cabang UOB Buana di Jalan Wahid Hasyim juga sibuk melayani nasabah dan menjelaskan duduk persoalan saat ini ke nasabah. (lih/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads