"Tidak ada perpecahan, karyawan makin solid sesuai dengan rencana aksi mogok dilakukan tiga hari," kata Sekjen Serikat Pekerja Karyawan PT Bank UOB Buana Tbk (SPKUOBB), Endang Sutisna ketika dihubungi detikFinance, Selasa (7/4/2009).
Mogok kerja nasional karyawan Bank UOB Buana akan dilakukan pada 6,7 dan 8 April. Hingga kini menurun Endang belum ada tanda-tanda manajemen akan memenuhi tuntutan meski operasional UOB Buana di 23 kota sudah lumpuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keempat tuntutan yang belum dipenuhi itu adalah masalah gaji, bonus, dana pensiun dan pengangkatan karyawan kontrak yang sudah lebih dari 3 tahun.
"Dari evaluasi mogok kerja Senin kemarin, memang ada hambatan pelayanan ke nasabah dan sampai Rabu besok pun kondisinya akan tetap sama selama tidak ada itikad baik dari manajemen," katanya.
Cabang Medan
Sementara kabar penghentian mogok kerja karyawan di cabang Medan lebih karena adanya intimidasi dari oknum pejabat depnakertrans setempat.
"Tapi karyawan yang mogok di Medan kemarin masih akan melanjutkan aksi mogoknya pada Rabu besok. Memang hari ini mereka berhenti dulu tapi besok akan mogok lagi," ujar Endang.
Menurut Endang, dari informasi yang didapat ternyata karyawan UOB Buana Medan didatangi oknum depnakertrans yang mengintimidasi karyawan dengan mengatakan aksi mogok ini ilegal.
"Aksi mogok ini tidak ilegal, karena dari awal sudah ada perjanjian dengan manajemen kalau kesepakatan tidak tercapai," tegasnya.
Karyawan Bank UOB Buana saat ini mencapai sekitar 5.800 karyawan dengan jumlah karyawan yang mogok kerja lebih dari separuhnya.
Hanya 7 kota yang terbilang masih normal melayani nasabahnya. Sedangkan pelayanan di cabang 23 kota lainnya masih lumpuh.Β
(ir/lih)











































